KADI Selidiki Impor Benang untuk Tekstil

KADI Selidiki Impor Benang untuk Tekstil NERACA Jakarta - Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) sejak Jumat (2/8), memulai penyelidikan dugaan dumping Drawn Textured Yarn (DTY) impor nomor HS (pos tarif 5402.33.00.00) dari China, Malaysia, Thailand, India, dan Taiwan. Menurut Ketua KADI Ernawati, penyelidikan ini dilakukan atas permohonan PT. Asia Pacific Fibers Tbk. dan PT. Indorama Synthetics Tbk. Setelah meneliti dan menganalisa permohonan tersebut, KADI menemukan adanya indikasi kuat harga dumping atas barang Impor Drawn Textured Yarn (DTY) dari China, Malaysia, Thailand, India, dan Taiwan. \\\"Dumping mengakibatkan kerugian bagi industri dalam negeri Indonesia yang memproduksi barang sejenis,\\\" katanya dirilis Kemendag. Penyelidikan ini dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2011 tentang Tindakan Antidumping, Tindakan Imbalan, dan Tindakan Pengamanan Perdagangan dan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 76/MDAG/PER/12/2012 tentang Tata Cara Penyelidikan Dalam Rangka Pengenaan Tindakan Antidumping dan Tindakan Imbalan. Ernawati menghimbau kepada semua pihak berkepentingan seperti industri dalam negeri, importir di Indonesia, eksportir dan produsen dari China, Malaysia, Thailand, India, dan Taiwan, memberikan tambahan informasi, tanggapan atau dengar pendapat (hearing) secara tertulis kepada KADI terkait penyelidikan barang dumping dan kerugiannya.

Related posts