Pemudik Gelontorkan Dana Rp 90 Triliun ke Daerah

Rabu, 07/08/2013

Jakarta – Suasana lebaran Idul Fitri 1434 H dan tradisi mudik tidak hanya menjadi peristiwa sosial budaya dan religi. Tetapi juga memberi manfaat ekonomi yang positif pada pergerakan sektor riil ke daerah. Diperkirakan pemudik membawa sedikitnya Rp 90 triliun yang dialirkan ke sanak familinya yang tersebar di Nusantara ini.

NERACA

Menurut Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan yang juga guru besar FEUI Prof Firmanzah PhD, mudik lebaran tahun ini telah berkonstribusi dalam menciptakan redistribusi pendapatan ke daerah-daerah, tumbuhnya investasi di daerah serta mendukung terciptanya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Mengutip prediksi Kementerian Perhubungan, Firmanzah menyebutkan, total pergerakan orang pada masa mudik Lebaran 2013 mencapai 30 juta orang. Lebih dari separuhnya, atau 55% di antara mereka, melakukan pergerakan dengan menumpang kendaraan pribadi dan 45% yang menggunakan angkutan umum.

Secara persentase kumulatif, jumlah pemudik tahun 2013 dibandingkan tahun 2012, mengalami kenaikan berkisar 6,7%, dimana pemudik diperkirakan mencapai 30 juta orang, baik yang berasal dari kota-kota besar di Indonesia maupun para TKI di luar negeri.

"Ini sekaligus menunjukkan semakin meningkatnya daya beli masyarakat, dengan semakin meningkatnya migrasi penumpang mudik dari kendaraan umum ke kendaraan pribadi,” ujar Firmanzah kepada pers di Jakarta, pekan ini.

Menurut dia, ritual mudik lebaran tahun 2013 diperkirakan akan membawa dampak ekonomi yang besar bagi perekonomian di daerah. Setidaknya potensi dana yang mengalir ke daerah tahun ini diperkirakan mencapai Rp 90 triliun dari total pemudik yang mencapai 30 juta orang.

“Dana Rp 90 triliun ini mengalir baik dari pembarayan zakat, transportasi, konsumsi, belanja oleh-oleh, hingga kiriman untuk perbaikan rumah dan furnitur-nya,” tuturnya.

Mudik Lebaran yang awalnya merupakan ritual sosial kultural telah berdampak signifikan bagi perekonomian, khususnya wealth distribution. Setidaknya setiap tahun puluhan triliun rupiah dana mengalir kedaerah daerah, mudik dari kaum urban sebagai ukuran kecintaan terhadap daerah masing-masing. Ritual mudik Lebaran sebenarnya tidak hanya terjadi di Indonesia. Hampir seluruh negara yang menganut agama Islam, misalnya muslim di Timur Tengah, India, Turki, Malaysia, bahkan di China, juga mengalami hal serupa.

Berdasarkan keterangan Bank Indonesia, permintaan uang tunai pada setiap momen lebaran meningkat rata-rata double digit setiap tahunnya. Tahun ini, bank sentral mempersiapkan uang tunai mencapai Rp 103 triliun atau meningkat 20% dari tahun lalu sebesar Rp 80 trilun.

Mudik kadang kala juga dipandang sebagai kekuatan kedekatan (proximity) horizontal tidak hanya terhadap sesama manusia, tetapi juga lingkungannya. Ritual mudik Lebaran tahun 2013 diperkirakan membawa dampak ekonomi yang besar bagi perekonomian di daerah. Setidaknya potensi dana yang mengalir ke daerah tahun ini diperkirakan mencapai Rp90 triliun dari total pemudik yang mencapai 30 juta orang.

Firmanzah mengatakan, dampak ekonomi dari fenomena mudik selama ini memang menarik diamati karena potensinya mampu memberi efek dorong bagi keseimbangan pembangunan kota-daerah. Aliran dana segar dan tingginya permintaan pada momen mudik Lebaran setidaknya dapat mendorong penyebaran pendapatan sehingga ketimpangan dapat direduksi di samping membantu percepatan pembangunan.

Instruksi Presiden

Dari sisi persiapan menjelang mudik Lebaran, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menginstruksikan agar seluruh pihak memberi pelayanan terbaik bagi para pemudik mulai dari kesiapan jalan, jembatan, transportasi, kebutuhan pokok hingga yang lain-lain. Dua kali sidang kabinet dikhususkan untuk memastikan persiapan pelayanan dan pengamanan mudik Lebaran. Tradisi mudik yang dipandang merupakan salah satu tradisi besar yang telah membantu menggerakkan roda perekonomian perlu dipastikan untuk dapat berjalan dengan lancar dan meminimalkan sejumlah risiko.

Beberapa poin instruksi Presiden atas persiapan mudik Lebaran tahun 2013, pertama, penyiapan sarana angkutan transportasi baik laut, udara maupun darat yang memadai sehingga mampu melayani 30 juta pemudik tahun ini. Sarana angkutan ini perlu diikuti dengan kepastian kesiapan sejumlah infrastruktur, baik jalan, pelabuhan, bandara maupun stasiun kereta api. Terhadap tingginya angka kecelakaan dan tumpukan kemacetan di titik-titik tertentu, pihak kepolisian akan mengerahkan 2/3 kekuatan yang disebar di sejumlah titik, khususnya titik rawan kecelakaan.

Kementerian Perhubungan telah memastikan kesiapan seluruh armada angkutan menjelang mudik Lebaran tahun ini. Lima bandara utama, yakni Bandara Sultan Hasanuddin- Makassar, Juanda-Surabaya, Ngurah Rai-Bali, Kuala Namu- Medan, dan Soekarno-Hatta- Tangerang, telah menyediakan penerbangan tambahan. Sementara itu PT KAI menyiapkan 265 rangkaian KA reguler dan 40 KA tambahan. fba