Penarikan Uang Tunai Mencapai Rp 97 Triliun

MENJELANG LEBARAN IDUL FITRI 1434 H

Selasa, 06/08/2013

Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat penarikan uang tunai nasional menjelang libur panjang hari raya Idul Fitri (Lebaran) mencapai Rp 97 triliun atau 94,1% dari proyeksi awal sebesar Rp 103,1 triliun. Realisasi penarikan dana tersebut hingga Jumat (2/8).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Difi Ahmad Johansyah mengatakan, kendati penarikan uang tunai Lebaran oleh perbankan dari BI baru berakhir pada Selasa (6/8), diperkirakan nilainya akan sesuai dengan proyeksi. Namun, untuk daerah Jakarta dan sekitarnya, penarikan uang tunai rupanya melebihi proyeksi.

“Yang lebih dari proyeksi yaitu Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Tercatat pada 5 Agustus 2013 nilainya mencapai Rp 31,8 triliun, atau 102% dari proyeksi khusus Jabodetabek sebesar Rp 31,1 triliun,” ujar Difi kepada pers di Jakarta, Senin (5/8).

Dia mengatakan, penarikan secara nasional pada 2 Agustus merupakan yang tertinggi, dengan total pada hari itu saja tercatat sebesar Rp 15,4 triliun. Namun, menurut dia, pada hari terakhir tanggal 6 Agustus (hari ini) penarikan tidak akan besar dan stok masih mencukupi. Tercatat, BI memiliki uang kas hingga Rp 146 triliun.

Pada kesempatan buka puasa bersama Dewan Gubernur BI pada 30 Juli, total persentase penarikan uang tunai nasional baru mencapai 33,5%, sehingga penyerapan bertambah sekitar 60% hanya dalam waktu lima hari.

“Itu logis saja, karena saat itu kemungkinan masih banyak pekerja yang belum menerima Tunjangan Hari Raya (THR). Apalagi, saat ini juga ada Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) dan gaji ke-13 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan TNI/Polri. Kalau tidak salah, PNS menerima gaji pada 1 Agustus,\" ujarnya.

Sementara itu, hingga 5 Agustus 2013, untuk penukaran uang pecahan kecil (UPK) secara nasional mencapai Rp 1,7 triliun, dengan total di Jakarta tercatat sekitar Rp 200 miliar. Di kawasan lapangan IRTI Monas, penukaran uang mencapai Rp 41,8 miliar. Lainnya tersebar di kota lainnya.

Sebelumnya, BI melayani penukaran uang receh di sejumlah tempat di Jakarta dan kantor BI sejak 10 Juli hingga 2 Agustus pk. 09.00 hingga 14.00 wib.

Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan uang pecahan kecil (UPK) masyarakat di wilayah Jakarta dan sekitarnya, BI bekerjasama dengan 12 bank menyediakan layanan penukaran di Monas.

Peter menambahkan layanan penukaran juga disediakan di 60 titik kantor bank, stasiun kereta api (Kota, Gambir, Senen, Tanah Abang dan Jatinegara), serta pasar-pasar tradisional. Untuk di wilayah lainnya, Kantor Perwakilan BI di daerah-daerah juga telah bekerjasama dengan bank-bank untuk menyediakan layanan penukaran UPK di berbagai lokasi.

Seluruh layanan penukaran ini bersifat cuma-cuma. Untuk memadukan layanan pembayaran tunai dan non tunai, pada layanan penukaran di Monas BI bekerjasama dengan bank penerbit uang elektronik menyelenggarakan penukaran uang elektronik tanpa biaya.

Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar semakin sering menggunakan alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) terutama uang elektronik untuk keamanan dan kenyamanan bertransaksi, sebagai alternatif uang kertas dan uang logam terutama uang pecahan kecil. sylke