Potensi Busana Muslim Dunia Capai US$96 miliar

NERACA Jakarta - Beberapa tahun terakhir, tren busana muslim sedang memuncak. Tak pelak, berdasarkan analisis Prapancha Research (PR) menyebutkan bahwa total pencarian kata-kata \\\"Muslim Fashion\\\" melalui media Google mencapai 77% berasal dari Indonesia. Kemudian, 16% dari Malaysia dan 2% dari Inggros dan India. \\\"Ditaksir bahwa kini nilai industri ini secara global mencapai US$96 miliar,\\\" ungkap Muhammad R. Nirasma, analis PR saat ditulis, senin (5/8). Ia menjelaskan bahwa belakangan media internasional memang mulai marak mengangkat potensi industri busana muslim dunia. Potensi ini dianggap sebagai kesempatan di tengah lesunya perekonomian Barat, kian meningkatnya populasi muslim global, dan fakta bahwa sebagian besar populasi muslim berada pada usia produktif. Potensi menjanjikan Indonesia ini bahkan tak tertangkap oleh analis-analis luar. Sebagian besar pemerhati industri busana muslim dalam artikel-artikelnya selalu ramai mendiskusikan pasar Eropa, Amerika Serikat, atau Timur Tengah. Menjamurnya gerai-gerai jilbab di Indonesia memperlihatkan kalangan wirausaha tanah air sudah berhasil memanfaatkan pasar domestik yang menjanjikan ini. Namun disayangkan, menurut Nirasma, apabila kita berhenti hanya pada titik ini. “Indonesia punya semuanya. Punya pasar, bahan baku, pabrik, desainer, pemodal. Kekurangannya hanya jalur untuk go international. Para pelaku industri tak bisa melakukan ini sendirian. Pemerintah harus turut membantu agar visi Indonesia sebagai kiblat busana muslim dunia tidak hanya menjadi retorika semata,” tutup Nirasma.

BERITA TERKAIT

Bank BJB Bagikan Dividen Rp 880 Miliar

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) akan mempertahankan dividen pay out ratio tahun buku 2017 sebesar…

Harvest Time Targetkan Listing April 2018 - Lepas 1,86 Miliar Saham Ke Publik

NERACA Jakarta – Memanfaatkan melesatnya pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG), dinilai waktu yang tepat untuk melaksanakan penawaran umum saham…

Pemerintah Musnahkan Barang Ilegal Rp45 miliar

  NERACA Jakarta - Pemerintah memusnahkan barang-barang ilegal yang menjadi objek penyelundupan dan merugikan negara lebih dari Rp45 miliar yang…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Sepanjang Januari 2018 - Panen Belum Merata, Harga Gabah Kering dan Beras Tercatat Naik

NERACA Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kenaikan harga gabah kering panen dan gabah kering giling selama Januari…

KLHK Optimistis Ekspor Produk Kayu 2018 Meningkat

NERACA Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan optimistis ekspor produk kayu nasional pada 2018 akan meningkat dibandingkan…

Niaga Bilateral - Pakistan-Indonesia Realisasikan Kerjasama Impor Jeruk

NERACA Jakarta – Pakistan dan Indonesia merealisasikan kerja sama impor jeruk jenis kino sebanyak 1.500 kontainer atau 30.000 ton pada…