Menhub Klaim Pengusaha Belum Banyak yang Langgar

Kenaikan Tarif Angkutan Umum Tiga Kali Lipat

Selasa, 06/08/2013

NERACA

Jakarta – Terkait kenaikan tarif angkutan umum, Menteri Perhubungan Evert ErenstMangindaan mengklaim sejauh ini belum banyak pelanggaran yang dilakukan pengusaha. Dia juga mengatakan, tidak boleh ada angkutan umum yang menaikkan tarif melebihi batas atas sesuai yang diatur pemerintah.

Mangindaan bahkan mengklaim bahwa kereta api dan sebagian perusahaan otobus tidak menaikkan tarif selama momen mudik ini. “Sudah saya larang perusahaan naikkan tarif berlebihan, tapi bisa dicek, kereta api tarifnya malah turun. Saya sudah cek, bus juga banyak yang di bawah tarif,” kata dia di Jakarta, Minggu, (4/8) pekan lalu.

Kementerian Perhubungan mengklaim, khusus moda angkutan darat lintas provinsi, menaikkan tarif justru merugikan usaha mereka. Alasannya, masing-masing perusahaan pengangkutan saling bersaing menawarkan harga termurah.

“Kalau mahal, (bus) enggak laku. Waktu kita naikkan BBM, kan tarif angkutan kita beri batas atas 14%, tapi tidak ada yang naik sampai segitu, rata-rata 8%. Mereka bilang naik segitu sudah untung kok. Jadi ada teori ekonomi berjalan, bersaing mereka,” kata Mangindaan.

Namun kenyataan di lapangan berbeda dengan apa yang dikatakan Mangindaan. Pantauan Neraca, tiket-tiket bus antar provinsi mengalami lonjakan sampai tiga kali lipat. Sebagai contoh tarif bus Jakarta – Yogyakarta yang biasanya sekitar Rp130 ribu, sejak H-7 harganya sudah mencapai Rp390 ribu. [iqbal]