Menhub Klaim Pengusaha Belum Banyak yang Langgar - Kenaikan Tarif Angkutan Umum Tiga Kali Lipat

NERACA

Jakarta – Terkait kenaikan tarif angkutan umum, Menteri Perhubungan Evert ErenstMangindaan mengklaim sejauh ini belum banyak pelanggaran yang dilakukan pengusaha. Dia juga mengatakan, tidak boleh ada angkutan umum yang menaikkan tarif melebihi batas atas sesuai yang diatur pemerintah.

Mangindaan bahkan mengklaim bahwa kereta api dan sebagian perusahaan otobus tidak menaikkan tarif selama momen mudik ini. “Sudah saya larang perusahaan naikkan tarif berlebihan, tapi bisa dicek, kereta api tarifnya malah turun. Saya sudah cek, bus juga banyak yang di bawah tarif,” kata dia di Jakarta, Minggu, (4/8) pekan lalu.

Kementerian Perhubungan mengklaim, khusus moda angkutan darat lintas provinsi, menaikkan tarif justru merugikan usaha mereka. Alasannya, masing-masing perusahaan pengangkutan saling bersaing menawarkan harga termurah.

“Kalau mahal, (bus) enggak laku. Waktu kita naikkan BBM, kan tarif angkutan kita beri batas atas 14%, tapi tidak ada yang naik sampai segitu, rata-rata 8%. Mereka bilang naik segitu sudah untung kok. Jadi ada teori ekonomi berjalan, bersaing mereka,” kata Mangindaan.

Namun kenyataan di lapangan berbeda dengan apa yang dikatakan Mangindaan. Pantauan Neraca, tiket-tiket bus antar provinsi mengalami lonjakan sampai tiga kali lipat. Sebagai contoh tarif bus Jakarta – Yogyakarta yang biasanya sekitar Rp130 ribu, sejak H-7 harganya sudah mencapai Rp390 ribu. [iqbal]

BERITA TERKAIT

Ini yang Perlu Anda tahu Sebelum Beli Tiket Murah

Berburu tiket murah sebelum bepergian memang menarik demi menghemat biaya perjalanan, tapi bagaimana agar semua bejalan lancar dan menyenangkan. Perusahaan…

Bisnis Yang Bakal Kian Ngehits di Tahun2018

Peluang bisnis dan usaha masa kini yang memiliki prospek cukup menjanjikan dan bak kian ngehits di tahun 2018. tentunya tidak…

Obligasi Moratelindo Oversubscribed 1,4 Kali

NERACA Jakarta – Penerbitan obligasi PT Mora Telekamtika Indonesia (Moratelindo) direspon positif pelaku pasar. Buktinya, Obligasi I Moratelindo yang dicatatkan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Apindo, Kadin, dan YLKI Sepakat Perkuat Fungsi dan Kewenangan KPPU

      NERACA   Jakarta - DPP Pemuda Tani Indonesia mengadakan Seminar Nasional dengan Tema “Revisi UU Anti Monopoli:…

Pembiayaan Proyek LRT akan Rampung Akhir Tahun

  NERACA   Jakarta - Pemerintah akan menyelesaikan pembiayaan (financial closing) kereta ringan Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (LRT Jabodebek) dengan nilai total investasi…

Produk Citicon Kuasai Pasar Bata Ringan

      NERACA   Jakarta - Pertumbuhan infrastruktur dan properti sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia, menyusul…