Indef: Ekonomi Triwulan II Tumbuh 5,81%

NERACA

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melansir bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2013 hanya sebesar 5,81%. “Pertumbuhan triwulan II-2013 dibandingkan triwulan II-2012 didorong oleh hampir semua sektor kecuali sektor pertambangan dan penggalian yang mengalami penurunan sebesar 1,11%. Sementara pertumbuhan tertinggi dicapai sektor pengangkutan dan komunikasi yang tumbuh sebesar 11,46%,” kata Kepala BPS, Suryamin, di Jakarta, pekan lalu.

Angka tersebut jauh dari perkiraan pemerintah yang menarget pertumbuhan semester I sebesar 6,1%. Pada kenyataannya, pertumbuhan di triwulan I hanya 6,03% dan di triwulan II hanya 5,81%. Dengan begitu, pertumbuhan di semester I kurang dari 6%. Akan lebih jauh lagi jika dibandingkan dengan target pertumbuhan ekonomi dari pemerintah yangd alam APBN-P termaktub sebesar 6,3%.

Sudah sejak lama para pengamat mewanti-wanti bahwa target yang tertera dalam APBN-P itu terlalu muluk. Seperti yang diungkapkan Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati yang mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2013 ini akan ada pada level 5,9%.

Suryamin menjelaskan bahwa pertumbuhan pada triwulan II ini masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,06%, sementara pengeluaran konsumsi pemerintah tumbuh 2,13%, pembentukan Modal Tetap Bruto alias investasi tumbuh 4,67%, ekspor tumbuh 4,78% dan impor tumbuh 0,62%.

Dia juga mengatakan pada triwulan II-2013 masih didominasi oleh kelompok provinsi, Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 58,15%, kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23,90%, pulau Kalimantan 8,73%, pulau Sulawesi 4,81%, dan sisanya 4,41% di pulau lainnya. “Di Pulau Jawa sumbangan terbesar terhadap perekonomian nasional adalah DKI Jakarta 16,50%, Jawa Timur 15,21%, Jawa Barat 14,05%, dan Jawa Tengah 8,35%,” tandasnya. [iqbal]

BERITA TERKAIT

Produksi TBS Milik Austindo Tumbuh 8%

NERACA Jakarta – Mulai pulihnya harga komoditas dunia, memberikan dampak berarti terhadap bisnis PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT). Pasalnya,…

Minat Investasi di Pasar Modal Meningkat - Investor di Kalsel Tumbuh

NERACA Banjarmasin – Besarnya tekad PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk terus mengkampanyekan Yuk Nabung Saham dengan menggandeng beberapa perusahaan…

Proses Politik, Ekonomi dan Sosial Budaya Harus Selaras

Fauzi Aziz, Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri Transformasi Indonesia memang tidak bisa lepas dari proses politik, proses ekonomi dan proses…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Darmin Prediksi Inflasi Dibawah 4%

      NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan laju inflasi Indonesia bergerak ke arah…

Menkeu : Proyeksi IMF Berikan Kewaspadaan

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan proyeksi pertumbuhan ekonomi global Dana Moneter Internasional…

Sumbangan Devisa Pariwisata Masih Terbatas

      NERACA   Padang - Bank Indonesia (BI) menilai sumbangan sektor pariwisata terhadap cadangan devisa Indonesia, masih relatif…