Tifa Finance Tidak Muluk Targetkan Pembiayaan

Imbas Kenaikan BI Rate

Senin, 05/08/2013

NERACA

Jakarta-Kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) sebagai langkah Bank Indonesia menghadang laju inflasi dan pelemahan rupiah sangat dirasakan oleh perusahaan pembiayaan di tanah air. PT Tifa Finance Tbk (TIFA), perusahaan pembiayaan tercatat di Bursa Efek Indonesia mengaku tidak menargetkan pembiayaan terlalu tinggi di tahun ini.

“Kenaikan BI Rate dan persaingan bisnis membuat perseroan lebih berhati-hati dalam mematok target.” kata Presiden Direktur TIFA, Suwito Djohan di Jakarta akhir pekan kemarin.

Pertumbuhan pembiayaan perseroan pada tahun ini ditargetkan naik 11,11%, menjadi Rp900 miliar dari pencapaian pembiayaan tahun lalu yang mencapai Rp800 miliar. Sementara, di semester pertama perseroan mencatatkan pendapatan Rp88,99 miliar, naik 2,84% dibandingkan tahun periode yang sama tahun sebelumnya Rp86,54 miliar. Laba setelah pajak perseroan naik 1,56% menjadi Rp19,86 miliar dari Rp19,56 miliar.

Pembiayaan Rp470 miliar atau sekitar 50% dari target total pembiayaan tahun ini Rp900 miliar. Komposisinya, 60% berasal dari sektor alat berat, 15% pembiayaan konstruksi, dan sisanya disumbang dari pembiayaan industri, pelabuhan, kesehatan, dan lainnya.