Menunggu Janji Hendar Tingkatkan Peran UMKM - Disumpah MA Jadi DGBI

NERACA

Jakarta - Hendar secara resmi menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (DGBI) yang baru menggantikan Muliaman Darmansyah Hadad yang telah menjadi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), setelah diambil sumpahnya oleh Ketua Mahkamah Agung, Hatta Ali, di Jakarta, Jumat (2/8) pekan lalu. Pengambilan sumpah tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Presiden Nomor 89/P Tahun 2013 Tanggal 27 Juli 2013 tentang pengangkatan Hendar sebagai Deputi Gubernur BI.

Hendar terpilih menjadi Deputi Gubernur BI periode 2013-2018 melalui rapat internal Komisi XI DPR yang digelar pada 8 Juni 2013 lalu. Hendar, yang saat itu menjabat sebagai Asisten Gubernur BI, terpilih melalui voting (pemungutan suara) setelah tidak adanya kesepakatan antaranggota komisi XI. Dari 48 anggota Komisi XI yang memberikan suara, 24 suara memilih Hendar, 18 suara memilih Treesna W Suparyono, dan lima suara memilih Mulya Effendi Siregar, sementara itu satu suara tidak sah.

Bentuk departemen khusus

Dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dengan Komisi XI DPR beberapa waktu lalu, Hendar berjanji akan mendorong sektor keuangan memberikan kredit ke sektor usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebesar 20%. Hal itu lantaran melihat suku bunga bank yang masih tinggi, yakni dikisaran 12%-13%. Sementara rata-rata suku bunga deposito perbankan berada di level 5%-6%. \"UMKM ini ke depannya akan menjadi fokus kami. Bagaimana meningkatkan perannya di sektor keuangan. Ini menjadi tanggung jawab kami,” ujar Hendar, kala itu.

Untuk mendorong rencana tersebut, dia melanjutkan, BI akan membuat satu departemen khusus yang membidangi sektor UMKM tersebut. \"Saya kira ini (UMKM) akan menjadi departemen sendiri di BI.Concern-nya sama, untuk meningkatkan peran UMKM. Kita konsentrasi untuk meningkatkan peran UMKM, Jika dilihat dari PDB memang kontribusinya saat ini kurang dari 40%, atau sekitar 38%,\" ungkapnya.

Hendar pun menambahkan, jika bank-bank nasional tidak mengikuti ketentuan tersebut, maka BI siap untuk memberikan sanksi berupa teguran lisan dan tertulis terhadap bank yang enggan menyalurkan kewajibannya tersebut. \"Kami sudah mengeluarkan ketentuan yang mewajibkan penyaluran kredit bank ke UMKM sebesar 20% tahun 2017. Tentunya, ada batas waktu penyesuaian, kami pada waktunya akan menegur bank yang tidak memenuhinya,\" terang dia. [ardi]

BERITA TERKAIT

Disdukcapil Sukabumi Tingkatkan Layanan Pembuatan Akta Kematian

Disdukcapil Sukabumi Tingkatkan Layanan Pembuatan Akta Kematian NERACA Sukabumi - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sukabumi terus meningkatkan…

XL Beri Pelatihan Literasi Digital di Lombok Tengah - Tingkatkan Produktivitas UMKM

Dalam rangka memberdayakan serta meningkatkan produktivitas pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya perempuan dan meningkatkan perekonomian nelayan di…

YDBA Ajak Binaannya Kunjungi GS Battery di Semarang - Tingkatkan Daya Saing UKM Manufaktur

Dalam rangka meningkatkan wawasan mengenai best practice pengembangan bisnis di bidang manufaktur, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) mengajak 42 usaha…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Fintech Pengaruhi Ketersediaan Lapangan Pekerjaan Perbankan

    NERACA   Jakarta - Guru Besar Fakultas Ekonomi UI Rhenald Kasali memproyeksi bahwa ketersediaan lapangan pekerjaan di sektor…

Hanya 1,7% Penduduk Indonesia Miliki Asuransi

    NERACA   Bandung - Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Dadang Sukresna mengatakan hingga saat ini jumlah penduduk Indonesia…

BI – Bank Sentral Tiongkok Perbarui Perjanjian SWAP Bilateral

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) dan Bank Sentral Tiongkok (People's Bank of China/PBC) memperbarui perjanjian…