Aneka Ragam Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia

Sabtu, 24/08/2013

Setiap 17 Agustus, masyarakat Indonesia selalu menyambut tanggal ini dengan penuh suka cita. Karena, masyarakat pada tanggal itu masyarakat Indonesia memperoleh kemerdekaan setelah sekian lama terjajah

NERACA

Kemeriahan dan keseruan memang selalu tergambar setiap 17 Agustus. Tidak hanya melakukan perayaan di Indonesia saja, para keturunan bangsa Indonesia yang diluar negeri Indonesia pun banyak yang merayakan hari kemerdekaan Indonesia ini ditempat mereka berada, khususnya Kedubes-kedubes Indonesia yang tersebar diseluruh dunia.

Biasanya perayaan dimulai dengan upacara pengibaran bendera merah putih, beberapa tempat seperti istana kepresidenan menjadi salah satu tempat yang paling terfokus saat perayaan 17 Agustus. Karena pada saat itu banyak orang yang menantikan upacara pengibaran bendera merah putih.

Namun tidak hanya itu, perayaan 17 Agustus memang sudah menjadi tradisi yang melekat pada bangsa Indonesia. Banyak tradisi yang sering dilakukan bangsa Indonesia dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia, seperti mengadakan aneka perlombaan serta hiburan meriah lainnya.

Sebut saja lomba Panjat Pinang. Panjat pinang adalah salah satu lomba tradisional yang populer pada perayaan hari kemerdekaan Indonesia. Cara memainkanya pun cukup mudah sebuah pohon pinang yang tinggi dan batangnya dilumuri oleh pelumas disiapkan oleh panitia perlombaan.

Di bagian atas pohon tersebut, disiapkan berbagai hadiah menarik. Para peserta berlomba untuk mendapatkan hadiah-hadiah tersebut dengan cara memanjat batang pohon. Oleh karena batang pohon tersebut licin (karena telah diberi pelumas), para pemanjat batang pohon sering kali jatuh. Akal dan kerja sama para peserta untuk memanjat batang pohon inilah yang biasanya berhasil mengatasi licinnya batang pohon, dan menjadi atraksi menarik bagi para penonton.

Selain panjat pinang, ada pula namanya tarik tambang. Tarik tambang Pertandingan melibatkan dua regu, dengan 5 atau lebih peserta. Dua regu bertanding dari dua sisi berlawanan dan semua peserta memegang erat sebuah tali tambang. Di tengah-tengah terdapat pembatas berupa garis. Masing-masing regu berupaya menarik tali tambang sekuat mungkin agar regu yang berlawanan melewati garis pembatas. Regu yang tertarik melewati garis pembatas dinyatakan kalah. Taktik permainan terletak pada penempatan pemain, kekuatan tarik dan pertahanan tumpuan kaki di tanah. Pada umumnya pemain dengan kekuatan paling besar ditempatkan di ujung tali, untuk menahan ujung tali saat bertahan atau menghentak pada saat penarikan.

Lomba Makan Kerupuk menjadi perlombaan yang tidak bisa dilewatkan setiap 17 Agustus dating. Panitia perlombaan menyiapkan kerupuk sejumlah jumlah peserta yang digantung dengan tali secara berjejer kepada sebuah tali panjang. Para peserta berlomba untuk memakan kerupuk masing-masing, dan pemenangnya adalah peserta yang paling cepat memakan habis kerupuknya. Tantangan dari lomba ini adalah, peserta tidak diperbolehkan menggunakan tangan – dalam memakan kerupuk, peserta hanya diperbolehkan menggunakan mulutnya.

Balap Karung Balap karung adalah salah satu lomba tradisional yang populer pada hari kemerdekaan Indonesia. Sejumlah peserta diwajibkan memasukkan bagian bawah badannya ke dalam karung kemudian berlomba sampai ke garis akhir.

Meskipun sering mendapat kritikan karena dianggap memacu semangat persaingan yang tidak sehat dan sebagai kegiatan hura-hura, balap karung tetap banyak ditemui, seperti juga lomba panjat pinang, sandal bakiak, dan makan kerupuk. Lomba balap karung juga diapresiasi oleh pendatang dari luar negeri dengan langsung terlibat dalam perlombaan ini.

Dan yang terakhir yang tidak pernah terlewatkan adalah Lari Kelereng, Setiap peserta lomba berlari sambil membawa kelereng yang biasanya ditaruh di dalam sendok yang dibawa lari bagisiapa yang menjatuhkan kelereng didalam sendok maka peserta dinyatakan telah gugur dan siapa yang berhasil menyampai garis finis maka itulah pemenangnya. Namun masih banyak perlombaan lagi yang biasa diadakan saat 17 Agustus tiba, semangat kemerdekaan memang harus terus dijaga, begitu juga dengan tradisi yang ada.