Perkenalkan Seni dan Budaya Tradisional - Komodo Carnival 2013

Labuan Bajo, sebuah kota pelabuhan yang menjadi pintu gerbang keTaman Nasional Komodo akan dihiasi sebuah festival yang bertajukKomodo Carnival 2013. Event tersebut akan berlangsung pada1- 3 September 2013. Karnival ini bertujuan untuk lebih memperkenalkan semua keajaiban di dalam dan sekitar Pulau Komodo.

Labuan Bajo sendiri adalah sebuah pelabuhan kecil yang cantik di ujung paling barat pulau Flores dan merupakan pintu masuk keTaman Nasional Komodo(TNK) dan keajaiban pulau Flores lainnya. Saat matahari terbenam, Labuan Bajo menawarkan pemandangan spektakuler ketika pulau-pulau kecil yang menghadap ke siluet pelabuhan secara dramatis menciptakan efek yang ajaib.

Kita bisa merebahkan tubuh di atas pasir sambil menikmati cahaya matahari menyirami tubuh Anda, atau coba juga kegiatan lainnya seperti: berjemur, menyelam atausnorkeling.Selain memiliki pantai yang indah untuk semua kegiatan tersebut, Labuan Bajo pun juga memiliki pasir putih dan karang yang indah.

Komodo Carnival akan menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya tradisional salah satunya adalah tari caci. Berbagai bentuk kerajinan dan karya seni penduduk setempat juga akan turut dipamerkan dalam karnival ini. Ada juga kolaborasi beberapa kelompok etnis yang tinggal di daerah sekitar Pulau Komodo. Seperti namanya, replikan Komodo dan beberapa binatang purbakala lainnya akan diarak dalam sebuah parade di jalanan Labuan Bajo.

Selain sebagai upaya untuk mempromosikan Pulau Komodo, \"Komodo Karnaval\" bertujuan mempromosikan komodo agar dapat menjadi salah satu ikon pariwisata Indonesia bahkan dunia. Tidak hanya itu, turis juga akan disuguhkan dengan fashion show yang menampilkan tenun dan batik khas Manggarai Barat.Untuk saat ini, kunjunganwisatawanke Labuan Bajo sudah meningkat. Dari laporan Dinas Pariwisata Manggarai Barat, ada pertumbuhan kunjungan wisatawan sekitar 15%.

Komodo (Varanus komodoensis) merupakan spesies yang hampir punah dan hanya dapat ditemui diTaman Nasional Komodo (KNP) diNusa Tenggara Timur (NTT). Karena merupakan habitat asli dari binatang purba tersebut, KNP dinyatakan sebagai warisan dunia oleh UNESCO pada 1986. Banyak turis mancanegara yang sengaja datang ke Labuhan Bajo untuk melihat reptil langka ini.

BERITA TERKAIT

Kerusakan Jalan dan Tanggul Air di Tambun Utara

Dekat dengan Jembatan Besi penghubung Kota Bekasi dan Kab Bekasi. Akibat longsor karena derasnya aliran sungai DAS Cikeas dan Cileungsi yang…

Manfaat Integrasi dan Pertukaran Data Perpajakan bagi DJP

Oleh: Aditya Wibisono, Kepala Seksi Kerja Sama dan Humas, Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Wajib Pajak Besar Saat ini Kanwil…

OJK Sebut Bumiputera Dalam Kondisi Normal - Dari Sisi Bisnis dan Pendanaan

  NERACA Jakarta - Para pemegang polis dan mitra kerja Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 kini bisa bernafas lega…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Menpar Tantang Sumatera Barat Tiru Kesuksesan Mandalika

Dalam rangka undangan untuk menghadiri puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Padang, Sumatera Barat, Presiden Joko Widodo bersama…

Kemenpar Incar Lima Negara Penghasil Turis dan Devisa

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menetapkan China, Eropa, Australia, Singapura, dan India sebagai Top Five Pasar Utama Wisatawan Mancanegara (wisman) 2018. Penetapan…

Merindukan Kemacetan di Kawasan Puncak

Hujan lebat mengawali Sabtu (11/2) pagi di kawasan Puncak Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Usai hujan reda, matahari mulai menampakkan…