Danau Toba Menuju Pariwisata Kelas Dunia

Festival Danau Toba (FDT) 2013 akan diselenggarakan di Bukit Beta, Pantai Tuk-Tuk, Pulau Samosir pada 8-14 September mendatang. Ajang ini akan dikemas secara spektakuler dengan menampilkan potensi budaya, alam dan olah raga yang ada dikawasan Danau Toba dan melibatkan seluruh Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Sumatera Utara.

Festival Danau Toba, yang awalnya bernama Pesta Danau Toba merupakan event yang sudah lama diselenggarakan oleh Pemda Sumatera Utara. Pada penyelenggaraan kali ini, kementerian terlibat dalam membentuk konsep dan mengkoordinir pelaksanaannya hingga 2017. Itu dilakukan untuk menghidupkan lagi gaung pariwisata Danau Toba yang sempat redup.

Melalui penyelenggaraan FDT kali ini, diharapkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Utara khususnya Danau Toba terus meningkat. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan memang tidak bisa terjadi dalam semalam, karena penambahan tersebut terjadi secara berangsur-angsur. Penyelenggaraan festival semacam ini merupakan suatu bentuk promosi yang dapat melahirkan gagasan promosi baru dan berujung pada peningkatan jumlah wisatawan.

Sumatera Utara khususnya Danau Toba memiliki berbagai potensi wisata yang dapat dioptimalkan menjadi destinasi pariwisata kelas dunia. Beberapa potensi wisata yang hendak ditampilkan kali ini antara lain : Lomba Solu Bolon (sejenis Dragon Boat), Para Layang, Marlange (berenang), upacara tradisi, Karnaval Si Gale-gale, Lake Toba’s World Drum Festival, Lomba Paduan Suara, Pertunjukan permainan tradisi, pameran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan lain-lain.

Festival Danau Toba sendiri menargetkan kunjungan wisatawan ke Sumatera Utara pasca festival, mencapai 1 juta orang. Sejauh ini, pihaknya telah melakukan berbagai upaya persiapan dengan baik dengan melibatkan peran serta budayawan, masyarakat dan stakeholder.

Judul Festival Danau Toba sengaja dipilih agar event ini memiliki nuansa meriah dan mendapat perhatian lebih besar dari masyarakat lokal maupun perantau yang berada di kota besar seperti Jabodetabek.

Penataan Festival Danau Toba telah dilengkapi dengan perbaikan fisik serta revitalisasi sejumlah fasilitas pendukung pariwisata di Sumatera Utara, salah satunya Bandara Kuala Namu yang baru saja diresmikan beberapa waktu lalu.

Bandara yang diklaim sebagai bandara tercantik dengan tambahan fasilitas yang belum dimiliki bandara lain di Indonesia ini, diharapkan dapat menjadi bagian dari fasilitas peningkatan kunjungan jumlah wisatawan di Danau Toba. Semoga saja FDT bersama bandara Kuala Namu mampu mendatangkan wisatawan lebih banyak lagi.

BERITA TERKAIT

Horas Halak Hita Minta Transportasi Danau Toba Diperbaiki

Tragedi kecelakaan tenggelamnya kapal Sinar Bangun di Danau Toba menuai keprihatinan masyarakat, termasuk Horas Halak Hita (H3) sebagai salah satu…

Sejarah Perdamaian Dunia Dimulai dari Singapura

Oleh: Yunianti Jannatun Naim Konflik antara Amerika Serikat dengan Korea Utara yang terus memanas dalam sebulan terakhir akhirnya mereda setelah…

Ini Jurus Wujudkan Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya mewujudkan visi Indonesia untuk menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada tahun 2020. Peluang…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Ini Pilihan Tempat Menginap di Bandung

Bandung menjadi "pelarian" bagi warga Jakarta yang ingin liburan sambil merasakan hawa dingin. Di musim libur, seperti Lebaran, Paris van…

Menikmati Wisata Susur Sungai Martapura di Malam Ramadan

Bulan Ramadan bukan berarti menjadi berakhirnya aktivitas petualangan. Warga kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, justru memiliki tren wisata baru yakni…

Wisata Jalur Vulkanik Jadi Berkah dari Gunung Merapi

Pekan kemarin Gunung Merapi kembali menunjukkan statusnya sebagai gunung api teraktif di Indonesia. Gunung yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa…