Galang Dana Kembangkan Fasilitas Sekolah - Bromo Marathon 2013

Kemegahan dan keindahan bentang alamTaman Nasional Bromo-Tengger-Semeru, tempat berdiamnyaGunung Bromodi Jawa Timurakan menjadi saksi perjuangan para pelari dalam lomba Bromo Marathon 2013. Acara yang baru kali pertama dilaksanakan ini dijadwalkan berlangsung pada 1 September 2013.

Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru meliputi area seluas 800 persegi yang berada di Jawa Timur. Bagi siapa pun yang memiliki kecintaan terhadap suasana gunung api, kunjungan ke taman ini merupakan suatu keharusan. Taman ini adalah kawasan gunung berapi terbesar di provinsi Jawa Timur.

Mengunjungi taman ini dan melihat gumpalan asap keluar dari Gunung Semeru, gunung api aktif yang berada 3676 meter di atas permukaan laut adalah pengalaman yang luar biasa indah. Kaldera di taman ini merupakan yang terluas di pulau Jawa, dengan padang pasir tandus seluas 10 km. Di lautan pasir ini ditemukan tujuh buah pusat letusan dalam dua jalur yang silang-menyilang yaitu dari timur-barat dan timur laut-barat daya.

Daerah Tengger yang berpasir telah dilindungi sejak 1919. Diyakini sebagai satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia, dan mungkin di dunia yang memiliki pasir laut yang unik sekitar 2000 m di atas permukaan laut. Ada beberapa gunung di dalam kaldera Bromo ini seperti: Gunung Watangan (2.661 m dpl). Gunung Batok (2.470 m dpl), Gunung Kursi (2.581 dpl), Watangan Gunung (2661 m dpl), dan Widadaren Gunung (2.650 m dpl).

Bromo Marathon akan meliputi tiga kategori kompetisi, yaitu:Full-marathon(42.195 km),Half-marathon(21.975 km), dan lari 10 K. Full-marathon akan dimulai pada pukul 5.30 WIB, Half-marathon akan menyusul setengah jam kemudian, dan lari 10 K akan dimulai setengah jam berikutnya.

Peserta akan melintasi desa-desa di sekitaran Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru dan sepanjang kaldera Tengger yang pemandangannya spektakuler. Garis start dan finish berada di Desa Wonokitri. Desa tersebut adalah jantung kebudayaan masyarakat Tengger dimana keturunan Hindu dari penguasa Majapahit kuno masih mempertahankan agama, tradisi leluhur, dan kebudayaan mereka.

Meninggalkan Wonokitri, pelari akan melintasi jalan tak beraspal menuju Desa Podokoyo untuk kembali lagi ke jalan raya beraspal. Rute berlanjut menuju Desa Ngawu, tempat berdirinya sebuah pura Hindu kuno.

Dari Ngawu, pelari akan melintasi jalur menanjak dan berkelok menuju tepian kaldera. Setibanya di Viewpoint Dinglik, rute akan kembali ke jalur beraspal dan mendaki menuju ke puncak Gunung Pananjakan. Selanjutnya, rute jalur menurun menuju ke garis finish di Wonokitri.

Bromo Marathon dijadwalkan menjadi event tahunan dan penggalangan dana dari event ini akan digunakan untuk kepentingan pengembangan fasilitas sekolah di sekitarnya.

Related posts