Rp90,08 Triliun Duit Orang Kota Mengalir ke Daerah

Lebaran 2013

Jumat, 02/08/2013

NERACA

Jakarta - General Manager Social Development Dompet Dhuafa, Muhammad Sabeth Abilawa, menemukan potensi aliran ekonomi mudik ke daerah selama lebaran 2013 mencapai Rp90,08 triliun. Jumlah tersebut dihitung berdasarkan proporsi komponen konsumsi masyarakat sekitar 56% dan memperhitungkan jumlah pemudik.

Menurut dia, jumlah pemudik tahun ini diperkirakan lebih dari 30 juta orang. Dari jumlah tersebut, pemudik yang menggunakan angkutan umum ada 18.098.837 orang dan sisanya menggunakan moda transportasi darat serta kendaraan pribadi.

Dengan angka pemudik yang sangat besar ini, dan diikuti perputaran ekonomi yang besar pula, Abilawa menyebut, berdasarkan perhitungan Bank Indonesia (BI), jumlah uang yang beredar dari H-3 sampai H+3 lebaran mencapai Rp300 triliun, atau sebesar 56% penduduk yang tinggal di kota besar melakukan ritual mudik.

Adapun perputaran ekonomi dari zakat, kata Abilawa, juga mengalir ke daerah. Dompet Dhuafa menemukan sebesar 52% pemudik menunaikan zakat di daerah tujuan. "Kalau dihitung ada sekitar Rp14,7 triliun zakat orang kota mengalir ke daerah,” terang dia.

Sebelumnya, di tempat terpisah, Dosen FE Universitas Bung Hatta Padang, Sumatera Barat Syafrizal Chan pernah bilang, tradisi mudik merupakan suntikan bagi perekonomian desa dari masyarakat kota. “Daerah semestinya memanfaatkan peluang tradisi mudik lebaran itu, guna menggerakkan perekonomian di desa, karena perputaran uang dalam kurun waktu sekitar sebulan relatif tinggi,” kata dia, belum lama ini.

Menurut Syafrizal, melihat dampak terhadap perekonomian desa dari para perantau yang mudik itu, di antaranya pada transaksi di warung-warung, pasar ketika mereka berbelanja, penginapan dan objek wisata. Oleh karena itu, selama arus mudik terjadi distribusi pendapatan dalam jumlah yang cukup besar, makanya daerah harus bisa membuat bagaimana perantau bisa berbelanja lebih banyak. [ardi]