free hit counter

Neraca Perdagangan Jeblok, Ekonomi Nasional Terpukul

PEMERINTAH GAGAL JAGA KESEIMBANGAN EKSPOR-IMPOR

Jumat, 02/08/2013

Jakarta – Neraca perdagangan luar negeri Indonesia kian terperosok ke jurang defisit yang semakin curam.  Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, defisit neraca perdagangan selama semester I-2013 menembus US$3,31 miliar, atau naik dua kali lipat jika dibandingkan dengan nilai defisit sepanjang 2012 yang mencapai US$1,63 miliar. Sejumlah pengamat menilai, melebarnya defisit perdagangan luar negeri ini menjadi bukti bahwa pemerintah telah gagal menjaga keseimbangan pasar ekspor.

NERACA

Ekonom Indef Enny Sri Hartati mengatakan, defisit neraca perdagangan sebesar US$ 3,31 miliar merupakan pukulan telak bagi perekonomian Indonesia. “Hal ini mencerminkan bahwa pemerintah telah gagal menjaga keseimbangan pasar ekspor Indonesia sehingga mendapatkan defisit perdagangan pada semester I tahun ini,” ujarnya kepada Neraca, Kamis (1/8).

Enny memprediksi, pada tahun-tahun selanjutnya, nilai defisit neraca perdagangan Indonesia bakal semakin besar. Kondisi tersebut, menurut dia, merupakan buah pahit dari kegagalan pemerintah dalam mengintegrasi dan mengharmonisasikan kebijakan di sektor perdagangan. Selain meningkatkan ekspor, untuk menjaga neraca perdagangan, pemerintah harus mampu mengurangi nilai impor yang kian tinggi.

“Pemerintah tidak mengintensifkan produksi dalam negeri dalam pemenuhan kebutuhan dalam negeri, malah melakukan impor pangan yang begitu besar, sehingga nilai impor kita menjadi lebih besar dibandingkan dengan ekspor,” ujarnya.Next