Inovasi Martina Berto, Local Wisdom Go Global

Jumat, 02/08/2013

NERACA

Jakarta – Ditengah maraknya serbuan kosmetik impor asal luar negeri yang sarat bahan kimia hinga produk ilegal, produsen kosmetik dalam negeri terus berbenah diri untuk melakukan inovasi dan kreasi agar tidak tergilas dalam persaingan. Langkah inilah yang dilakukan salah satu produsen kosmetik dan kecantikan, PT Martina Berto Tbk untuk selalu menghadirkan produk yang nyaman, aman, halal dan berbasiskan citra warna Indonesia.

Bila selama ini, kebanyak industri farmasi atau kecantikan masih bergantung pada bahan baku impor. Sebaliknya, PT Martina Berto Tbk berupaya mensuplai bahan baku sendiri dengan membangun kampung jamu organik di Bekasi dengan obat-obatan yang akan diproduksi menjadi jamu, kosmetik dan hal yang menyehatkan lainnya. Tujuan lain kampung jamu juga sebagai pemasok bahan baku untuk pabrik produk herbal Mustika Ratu.

Saat ini sudah terkumpul sebanyak 700 spesies tanaman. Adapun kebutuhan tanaman herbal untuk kepentingan produk obat herbal mencapai 3.000 spesies tanaman. Founder dan Chairwoman Martha Tilaar Group, DR. (H.C.) Martha Tilaar mengatakan, hadirnya kampung jamu merupakan komitmen perusahaan untuk terus menggali kekayaan alam dan budaya Indonesia untuk mempercantik wanita Indonesia dan dunia, “Kampung Jamu menjadi inspirasi bagi Martina Berto untuk mempercantik wanita Indonesia dengan empat pilar beauty culture, beauty education, beauty green dan empowering women sebagai landasan, “ujarnya.

Konsistensi PT Martina Berto Tbk dalam inovasinya telah mengantarkan perseroan meraih banyak penghargaan nasional dan internasional. Bahkan lembaga internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai Martina Berto sudah menjalankan prinsip-prinsip Global Compact di dalam visi dan misi maupun strategi usahanya.

Selain itu, perseroan juga dinilai telah melaksanakan dan membantu pemerintah Indonesia untuk melaksanakan Millenium Development Goal agar tercapai pada 2015. Apa yang ditorehkan perseroan dengan segudang prestasi sejalan dengan semangat Local Wisdom Go Global. Dimana PT Martina Berto Tbk memiliki misi menjadi salah satu perusahaan kosmetika dan produk spa terkemuka di dunia. Untuk memperkuat posisinya di bidang kosmetika dan kecantikan, perseroan terus perbanyak gerai.

Perbanyak Gerai

Kata Direktur Utama PT Martina Berto Tbk (MBTO) Bryan David Emil, perseroan akan menambah tiga sampai lima gerai baru dari jumlah gerai saat ini 24 gerai. Nantinya, dua gerai Martha Tilaar Shop yang akan dibuka diantaranya di Malaysia dan Brunei, setelah Maret 2012 lalu meresmikan gerai keduanya di Singapura.

Agresifitas perseroan pasca mencatatkan saham di pasar modal, terlihat dari kinerja keuangan di kuartal pertama tahun ini. Tercatat pada kuartal pertama tahun ini, perseroan berhasil membukukan penjualan Rp 166,85 miliar atau meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 144,88 miliar.

Di mana, kosmetika dan tata rias Rp 81,97 miliar naik 17,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, perawatan kulit dan tubuh Rp 46,67 miliar (13,2%), perawatan rambut Rp 22,70 miliar (24,7%), jamu Rp 1,97 miliar (-20,7%), lain-lain seperti makloon, pengharum, perlengkapan mandi Rp 13,57 miliar (2,7%). Tahun ini perseroan menargetkan kenaikan penjualan sebesar 11,4% menjadi Rp 800 miliar. Sementara untuk laba bersih ditargetkan naik 9,8% menjadi Rp 50 miliar, “Penjualan kita sasar di 2013 Rp 800 miliar, plus minus 11,4%. Itu sudah diatas industri beauty dan personal care 7,69% menurut Euro Moneter International. Ini sudah cukup sexy," kata Bryan David Emil.

Selain itu, perseroan juga telah menginvestasikan dana sebesar Rp 44 miliar dengan pembangunan pabrik baru yang ketiga di Cikarang, Bekasi. Nantinya pabrik baru tersebut akan memproduksi obat herbal dan kosmetik organik dengan total kapasitas produksi mencapai 269 ton per tahun.

Menurut Bryan, pembangunan pbarik jamu tradisional ini akan memproduksi 269 ton per tahun. Sehingga secara total kapasitas produksi kita menjadi 6.354 ton per tahun. Dengan demikian, setelah pabrik baru beroperasi, MBTO pun berharap dapat mencapai target pertumbuhan penjualan sebesar 16% hingga 18% per tahun. (bani)