BTN Minta Pengembang Tambah Pasokan - Penjualan Rumah Murah

NERACA

Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk meminta kepada pengembang (developer) untuk menambah pasokan rumah murah atau yang masuk dalam program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahaan (FLPP). Penambahan pasukan rumah harus ditambah untuk memenuhi target penjualan hingga akhir tahun mencapai 120 ribu unit.

“Kalau suplainya dari pengembang masih sedikit. Sepertinya berat untuk mencapai target pembiayaan rumah FLPP sekitar 120 ribu unit. Makanya, kita berharap pengembang menambah suplai rumah FLPP,” ujar Direktur Keuangan BTN, Saut Pardede, usai melepas peserta mudik BTN 2013 di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan, realisasi pembiayaan rumah FLPP hingga Juni 2013 baru mencapai hampir 40 ribu unit dengan nilai sekitar Rp3 triliun. Menurut Saut, untuk mengejar target hingga akhir tahun sebanyak 120 ribu unit, BTN siap merealisasikan pembiayaan rumah FLPP berapapun pasokan yang disiapkan pengembang. “Jadi kalau dari BTN tidak ada masalah, berapapun pasokannya kita siap tampung,” terangnya.

Ketika dihubungi terpisah, Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI), Setyo Maharso, mengaku minimnya pasokan rumah FLPP dari pengembang karena masalah harga yang tidak sesuai. Saat ini, harga rumah FLPP sekitar Rp88 juta, sementara harga rumah FLPP yang realistis menurut pengembang harus di atas Rp90 juta.

“Pengembangkan bukan dinas sosial, jadi harus untung. Saat ini harga tanah sudah naik tetapi harga rumah FLPP hanya Rp88 juta, jadi kendalanya memang diharga kenapa pasokan rumah FLPP sedikit,” jelas Setyo.

Dia mengatakan, saat ini pengembang tetap melakukan pembangunan rumah murah, namun yang harganya di atas Rp90 juta. Rumah murah dengan harga Rp90 juta juga masih banyak diminati oleh masyarakat. Terkait kondisi makro ekonomi, Saut memprediksi tekanan terhadap rupiah dan naiknya inflasi akan membuat perbankan merubah target ekspansi kreditnya hingga akhir tahun ini.

Terlebih jika Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuannya (BI Rate). “Tentu situasi sekarang akan berdampak pada bisnis perbankan. Untuk bunga KPR khususnya rumah murah BTN tidak akan naikkan, yang naik hanya pada kredit komersial,” katanya.

Menurut Saut, BTN lebih memilih mengurangi margin atau keuntungan dibandingkan harus menaikkan suku bunga kredit secara drastis. Kenaikan suku bunga kredit diyakini bisa menimbulkan masalah NPL (nonperforming loan) bagi perbankan. “Dari pada NPL naik lebih baik mengurangi margin,” papar Saut.

Mudik bareng

Di sisi lain, Direktur BTN Evi Firmansyah mengungkapkan, tahun ini BTN memberikan fasilitas mudik gratis kepada 1.300 pekerja bangunan dan pekerja sosial. Mereka adalah para pekerja yang bekerja di lingkungan kantor dan perumahan Bank BTN yang tersebar di wilayah Jabodetabek.

“Program ini merupakan apresiasi dan ungkapan terima kasih BTN kepada mereka yang selama ini secara tidak langsung telah turut memberikan kontribusi pada bisnis BTN, baik itu kredit konstruksi maupun KPR yang selama ini menjadi bisnis utama BTN,” ujar Evi.

Program mudik 2013 merupakan yang keenam kalinya dilakukan BTN. Program Mudik Bersama Bank BTN ini dilakukan sejak tahun 2008 dan setiap tahunnya semakin bertambah, baik dalam jumlah peserta maupun jumlah busnya. Pada pelaksanaan Mudik Bersama Bank BTN tahun 2013 ini jumlah peserta mudik menjadi 1.300 peserta dengan jumlah bus sebanyak 27 unit.

Hingga akhir Juni 2013 tercatat aset BTN sebesar Rp118,595 Triliun,sedangkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp91,403 triliun. Danapihak ketiga (DPK) sebesar Rp82,656 triliun dan laba bersih sebesar Rp673 miliar. [kam]

Related posts