Laba Tiphone Mobile Capai Rp 129,3 Miliar

Dalam enam bulan pertama tahun ini, PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) membukukan laba bersih Rp 129,3 miliar atau naik sebesar 63% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 79,5 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (1/8).

Disebutkan, kenaikan laba ini dipicu meningkatnya pendapatan perseroan yang mencapai Rp 4,49 triliun, naik sebesar 36% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu Rp 3,3 triliun. Dari total pendapatan tersebut, sekitar 84% masih disumbang penjualan voucher seluler yang mencapai Rp 3,79 triliun naik 27% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 2,98 triliun.

Sementara penjualan handset perseroan mencapai Rp 654,6 miliar, yang memberikan kontribusi sekitar 14% dari total pendapatan. Kontribusi pendapatan handset ini melonjak 125% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang hanya Rp 291,3 miliar.

Direktur Utama Tiphone Tan Lie Pin mengatakan kenaikan kontribusi pendapatan dari penjualan handset yang cukup signifikan tersebut merupakan dampak dari fokus perseroan dalam mengembangan jaringan outlet smartphone bekerja sama dengan vendor global, seperti Samsung Mobile dan LG Mobile.\"Pada kuartal I dan kuartal II tahun ini, perseroan gencar mengembangkan jaringan distribusi untuk produk smartphone bekerja sama dengan beberapa vendor global, seperti Samsung dan LG,”tuturnya.

Juni lalu, perseroan juga telah ditunjuk sebagai national authorized dealer dari LG Mobile. Ini ikut mendorong pertumbuhan pendapatan dari sektor handset. Pada tahun lalu, penjualan handset hanya memberikan kontribusi sekitar 10% dari pendapatan Perseroan.

Tahun ini, Perseroan berencana meningkatkan kontribusi pendapatan dari handset sebesar 30%. Awal Juli lalu, perseroan telah menyelesaikan proses akuisisi importir dan distributor iPhone, yakni PT Mitra Telekomunikasi Selular, sehingga akan memposisikan Tiphone sebagai importir dan distributor yang akan mendistribusikan produk tersebut kepada Apple Premium Reseller dan retailer lain di seluruh Indonesia.

Dengan akuisisi ini, perseroan berharap dapat meningkatkan penjualan handset, khususnya iPhone dan iPad sebesar 5-10% dari total pendapatan perseroan, atau sekitar 20-30% dari total penjualan handset.

Penjualan iPhone tersebut juga bekerja sama secara bundling dengan operator PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Sebelumnya, perseroan juga telah bekerja sama dengan Samsung Mobile, dengan mendirikan gerai-gerai Samsung Experiential Shop.(bani)

BERITA TERKAIT

PSAB Bukukan Laba Bersih US$ 15,29 Juta

Emiten pertambangan emas, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mencatatkan laba bersih sepanjang tahun 2018 sebesar US$15,29 juta atau naik…

Laba Bersih Mandom Terkoreksi 3,35%

NERACA Jakarta –Di tahun 2018, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) mencatatkan laba bersih Rp173,04 miliar atau turun 3,35% dibanding periode yang…

DOID Raup Laba Bersih US$ 75,64 Juta

NERACA Jakarta – Emiten pertambangan, PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) berhasil mengantongi laba bersih sepanjang tahun 2018 sebesar US$75,64…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…