Sambut Libur Panjang, IHSG Menguat Terbatas

Jumat, 02/08/2013

NERACA

Jakarta – Pelehaman indeks BEI akibat sentimen negatif inflasi Juli yang naik signifikan, akhirnya berhasil diselamatnya oleh laporan kinerja keuangan emiten yang rata-rata positif. Alhasil, diujung perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 13,959 poin (0,30%) ke level 4.624,366. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,244 poin (0,29%) ke level 774,146.

Analis Trading Securities, Betrand Raynaldi mengatakan, indeks berhasil di zona merah dipicu laporan keuangan emiten yang positif, “Secara teknikal penguatan IHSG BEI Kamis ini diiringi dengan peningkatan volume transaksi, pelaku pasar asing yang melakukan beli bersih (net buy) di pasar reguler sebesar Rp442 miliar menambah sentimen positif bagi indeks," katanya di Jakarta, Kamis (1/8).

Dia menambahkan, beberapa saham yang paling banyak dibeli pelaku pasar asing yakni Astra International (ASII), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Bank Central Asia (BBCA), dan Semen Gresik (SMGR). Berikutnya, indeks BEI Jum’at akhir pekan diperkirakan menguat terbatas di kisaran 4.550--4.700 poin.

Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan, yakni bank Central Asia (BBCA), Mitra Pinasthika Mustika (MPMX), Express Transindo Utama (TAXI). Pada perdagangan kemarin, saham-saham unggulan berbasis komoditas dan saham lapis dua di aneka industri punya andil besar dalam mengarahan indek ke arah positif. Dua sektor masih melemah, konstruksi dan perbankan.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 139.418 kali pada volume 4,342 miliar lembar saham senilai Rp 7,78 triliun. Sebanyak 131 saham naik, sisanya 124 saham turun, dan 89 saham stagnan. Volume dan nilai transaksi perdagangan hari ini naik cukup tinggi berkat aksi tutup sendiri alias crossing saham PT Indomobil Sukses Internasioal Tbk (IMAS) senilai Rp 2,9 triliun. Transaksi ini difasilitasi CIMB Securities Indonesia (YU).

Bursa-bursa di Asia berhasil mempertahankan momentum dan menutup perdagangan dengan kompak di zona hijau. Bursa saham Jepang melonjak tinggi setelah yen terkapar di hadapan dolar AS.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 550 ke Rp 24.750, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 450 ke Rp 15.650, Jasa Marga (JSMR) naik Rp 450 ke Rp 5.800, dan Indocement (INTP) naik Rp 450 ke Rp 21.300.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.100 ke Rp 80.900, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 750 ke Rp 41.600, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 750 ke Rp 4.450, dan Solusi Tunas (SUPR) turun Rp 600 ke Rp 7.000.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat tipis 1,056 poin (0,02%) ke level 4.609,321. Sementara Indeks LQ45 turun tipis 0,937 poin (0,12%) ke level 770,965. Saham-saham bank kembali jadi sasaran aksi jual. Koreksi saham perbankan ini diimbangi oleh penguatan saham-saham komoditas.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 85.661 kali pada volume 2,569 miliar lembar saham senilai Rp 5,545 triliun. Sebanyak 102 saham naik, sisanya 109 saham turun, dan 102 saham stagnan. Bursa-bursa regional masih kompak berjalan di zona hijau hingga siang hari ini. Rencana The Fed untuk melanjutkan stimulus menjadi faktor pendorong pelaku pasar regional lakukan aksi beli.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 750 ke Rp 24.950, Unilever (UNVR) naik Rp 450 ke Rp 32.250, United Tractor (UNTR) naik Rp 300 ke Rp 17.100, dan Nippon Indosari (ROTI) naik Rp 250 ke Rp 7.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 3.000 ke Rp 79.000, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 675 ke Rp 4.525, Solusi Tunas (SUPR) turun Rp 600 ke Rp 7.000, dan Mayora (MYOR) turun Rp 500 ke Rp 31.500.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 8,59 poin atau 0,19% ke posisi 4.618,96, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,18 poin (0,28%) ke level 774,09, “IHSG BEI dibuka menguat seiring dengan sentimen positif dari bursa Asia dan penguatan yang terjadi di pasar surat utang negara (SUN)," kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Dia menambahkan, saham-saham berbasis komoditas diperkirakan menguat pada Kamis ini seiring dengan penguatan harga komoditas dunia. Harga minyak dunia saat ini menguat 1,9% ke level 105 dolar AS per barel. Dari eksternal, lanjut dia, mayoritas bursa Asia dibuka menguat seiring optimisme pertumbuhan produk domestik bruto (GDP) AS yang lebih tinggi dari ekspektasi serta data indeks manufaktur China di bulan Juli yang lebih baik dari ekspektasi.

Analis Sinarmas Sekuritas, Christandi Rheza Mihardja menambahkan, data inflasi Juli dan "foreign reserves" Indonesia akan menjadi sentimen utama bagi pergerakan indeks BEI. Tercatat bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 197,19 poin (0,90%) ke level 22.080,85, indeks Nikkei-225 naik 100,40 poin (0,74%) ke level 13.769,79, dan Straits Times menguat 32,71 poin (1,01%) ke posisi 3.254,54. (bani)