Pendapatan Layanan Data XL Naik 13%

Kinerja di Semester Pertama

Jumat, 02/08/2013

NERACA

Jakarta - PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 1% YoY (Year on Year) menjadi Rp 10,3 triliun, yang masih didorong oleh kenaikan pendapatan layanan data sebesar 13% pada semester pertama 2013. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (1/8).

Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi mengatakan, kinerja perseroan pada kuartal ini menandai keberhasilan XL untuk membalikkan keadaan setelah sempat mengalami penurunan pada dua kuartal sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan pendapatan 5% dan juga peningkatan jumlah pelanggan sebesar 10% QoQ (Quarter on Quarter).

Diketahui, XL telah membelanjakan Rp 4 triliun untuk investasi dalam infrastruktur data selama enam bulan pertama di tahun 2013, yang menggunakan kombinasi dana internal dan hutang. Untuk kuartal kedua 2013, XL telah menandatangani perjanjian pinjaman baru dalam dolar dengan Bank Standard Chartered pada Mei 2013 sebesar US$50 juta.

Sementara itu, selama semester pertama 2013 ini juga, jumlah hutang XL meningkat menjadi Rp 17,1 triliun dari tahun sebelumnya Rp 12,7 triliun, dan hutang bersih/EBITDA meningkat dari 1.2x menjadi 1.7x. Selain itu, Terhitung semester pertama 2013 ini, laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi dan Amortisasi (EBITDA) sebesar Rp 4,2 triliun dengan marjin EBITDA sebesar 40% dan laba bersih sebesar Rp 670 miliar selama enam bulan 2013.

Pada semester pertama tahun ini, pendapatan data memberikan kontribusi sebesar 22% dari total pendapatan perusahaan, dibanding tahun lalu sebesar 19%. Traffic data juga tumbuh 88%, dengan total pelanggan Data mencapai 32 juta pelanggan atau sekitar 59% dari total pelanggan XL.“Kami tetap fleksibel namun tetap fokus pada strategi yang ada, yang telah kami terapkan untuk menghadapi tantangan yang kami sudah kami hadapi sejak kuartal ketiga tahun lalu. Pertumbuhan operasional ini hasil dari pelaksanaan strategi yang cermat, dan kami berencana untuk menjaga momentum ini untuk tetap mengukuhkan posisi XL di pasar”, jelas.

Layanan Data

Dia juga menyatakan bahwa perseroan akan tetap fokus pada layanan data mengingat pertumbuhan penggunaan data yang dengan cepat meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan. Sehingga XL memandang optimis atas peluang yang besar di sektor data dan yakin akan terus meningkat di masa yang akan datang.

Diakui dia, setelah meluncurkan “XL Bebas” pada awal tahun ini, terjadi peningkatan akses layanan data pada kuartal kedua ini. Selain itu, untuk meningkatkan posisi di komunitas pengguna media jejaring sosial, XL telah bekerjasama dengan KakaoTalk yang memungkinkan pengguna XL dapat menggunakan layanan chatting baru ini dengan tarif yang terjangkau, sehingga juga mampu mendorong penggunaan data.

Sementara itu, untuk mendorong pertumbuhan permintaan data, XL telah berinvestasi pada pembangunan infrastruktur data sehingga dapat mendukung peningkatan pengalaman menggunakan data pada para pelanggan. Dengan percepatan perluasan cakupan Node B dan pembangunan infrastruktur data yang mencapai puncaknya tahun 2012. Tahun ini perseroan juga akan fokus ntuk meningkatkan manajemen kapasitas dan upaya untuk meningkatkan utilisasi jaringan.

Tahun ini, XL telah memiliki BTS sebanyak 41.293 BTS termasuk di antaranya 14.186 Node B yang difungsikan untuk mendukung peningkatan pengalaman menggunakan data pada para pelanggan.“XL kemungkinan telah mengantisipasi adanya peningkatan traffic pada Hari Raya Lebaran, dan kami telah memperluas jaringan untuk memastikan kualitas layanan bagi pelanggan selama Hari Raya ini melalui modernisasi jaringan,”paparnya.

Modernisasi di jaringan 2G dan 3G di sejumlah area seperti Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, Bali dan Jabotabek. Selama enam bulan ini, XL telah menyelesaikan modernisasi jaringan pada hampir 4.000 sites di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan beberapa strategi yang diterapkan, perseroan mendapatkan kembali pertumbuhan jumlah pelanggan di pasar. Sebagai hasilnya, XL mampu mendorong pertumbuhan pelanggan sebesar 10% (QoQ) menjadi 54,2 juta pelanggan. Pertumbuhan data yang kuat juga akan memicu partumbuhan pada layanan digital, seperti di area mobile finance, m- commerce, dan M2M. (nurul)