Laba Bersih Saratoga Hanya Rp188 Miliar

Jumat, 02/08/2013

NERACA

Jakarta- PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mencatatkan laba bersih setelah pajak pada semester pertama 2013 mencapai Rp188 miliar yang ditopang pendapatan yang kuat dari perusahaan-perusahaan yang dikonsolidasikan. Perseroan mencatatkan pendapatan menjadi Rp1,16 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp1,13 triliun.

Presiden Direktur PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, Sandiaga S. Uno mengatakan, kuatnya kinerja pendapatan yang mendasar juga tercermin pada perusahaan-perusahaan asosiasi (investee companies) dengan kontribusi pertumbuhan yang signifikan dari sektor produk dan jasa konsumen serta sektor infrastruktur. “Namun, untuk sektor sumber daya alam, khususnya sektor batubara terpadu, pertambangan dan kelapa sawit, tetap menghadapi tantangan karena adanya sentimen global terhadap sektor ini.” katanya di Jakarta, Kamis (1/8)

Perseroan mencatatkan penurunan laba bersih dari entitas asosiasi menjadi Rp292,12 miliar pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp612,42 miliar. Penghasilan dividen turun menjadi Rp19,28 miliar pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp63,23 miliar.

Dia menyebutkan, dari sektor produk dan jasa konsumen, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) memperlihatkan kinerja operasional yang solid dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 31% menjadi Rp6,78 triliun, disumbang oleh penjualan sepeda motor yang kuat di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur.

Volume penjualan MPMX meningkat sebesar 26% menjadi 447.578 unit pada semester pertama 2013 dibandingkan 355.758 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini juga didukung oleh bisnis sewa otomotif MPM, dengan peningkatan armada perusahaan sebesar 74%, dari 6.995 unit pada semester pertama 2012 menjadi 12.104 unit pada semester pertama 2013.

Di sektor infrastruktur, pendapatan Tower Bersama Group (TBIG) meningkat sebesar 96% dengan pertumbuhan penyewa yang signifikan dari pertumbuhan organik maupun melalui akuisisi. Tercatat, per Juni 2013 total penyewa menjadi 15.277 dari Juni tahun lalu sebanyak 8.584 penyewa.

Sementara itu, pendapatan Saratoga dari perusahaan yang dikonsolidasikan yang bergerak di bisnis pengilangan minyak melaporkan kenaikan laba kotor sebesar 68% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada akhir Juni 2013, perluasan kapasitas kilang minyak di Bojonegoro telah selesai. Perluasan kilang tersebut akan memberikan tambahan kapasitas sebesar 10.000 barel/hari.

Adapun di sektor kelapa sawit, provident Agro mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 8% menjadi Rp299 miliar pada semester pertama 2013 dengan kenaikan volume penjualan sebesar 37%. Namun dikarenakan harga jual rata-rata mengalami penurunan sebesar 15% sehingga berdampak pada turunnya laba bruto perseroan. Akibatnya, margin laba bruto perseroan turun 4%, dari 22% menjadi 18%.

Meski demikian, memasuki semester kedua tahun 2013 Saratoga optimistis akan prospek masa depan perusahaan dalam menghadapi tantangan pasar saat ini dan kemampuan untuk mencari kesempatan bisnis yang menguntungkan. “Saratoga terus melakukan investasi di tiga sektor utama yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan prospek jangka panjang yang sangat positif.” ucapnya. (lia)