Ir. Erie Heryadi :Direktur Utama PT. AMYTHAS

Kita Siap Bersaing di Luar Negeri

Sabtu, 03/08/2013

Direktur Utama PT. Amythas

Ir. Erie Heryadi

Kita Siap Bersaing di Luar Negeri

Zeal is a volcano, the peak of which the grass of indecisiveness does not grow. (Semangat adalah sebuah gunung berapi, yang di puncaknya tidak akan tumbuh rumput keraguan). Itulah ungkapan yang terefleksikan pada sosok pria kelahiran Jakarta 9 Maret 1964, Ir Erie Heryadi, direktur utama PT Amythas.

Ditemui di kantornya di bilangan Fatmawati, Jakarta Selatan, pria berkumis tipis ini menuturkan bagaimana perjalanan karier pekerjaannya. Awalnya tidak ada niat dia untuk masuk ke perusahaan orang tuanya. “Namun setelah saya melihat pekerjaan ayah saya yang begitu berat sebagai konsultan. Pekerjaan konsultan sering pulang malam karena banyak tender yang harus di selesaikan,” tuturnya.

Setelah lulus dari Teknik Perminyakan, Universitas Trisakti, Jakarta, pada tahun 1991, ia langsung bekerja di perusahaan yang dipegang ayahnya. Dia mengaku, awalnya memang belum mengerti dunia konsultan. Baru mulai paham setelah terjun langsung.

Menurut Erie, sebagai anak memang harus patuh kepada orang tua. Saat itu sang ayah sudah mulai sepuh dan dilihatnya mulai kecapekan dengan beban perusahaan yang harus dijalankannya. “Hati saya mulai tergugah yang mempunyai keinginan untuk melanjutkan usaha orang tua,’’ tuturnya sambil tersenyum.

Walaupun perusahaan yang di pegang saat ini tidak sesuai dengan jurusan ketika menjadi mahasiswa, tentu bukan menjadi halangan bagi ayah dari tiga orang anak ini untuk menggeluti bidang konsultan.

Dia pun bercerita, sebelum menjabat sebagai direktur utama, dia menempatkan diri lebih dulu sebagai karyawan biasa selama beberapa tahun saat sang ayah memegang posisi puncak, yaitu sebagai direktur utamanya. Sejak itu, sejmlah proyek ditanganinya. Di antaranya proyek Jasa Layanan Perusahaan Untuk Penyaluran Dana (Payroll) dan Penyelenggaraan Administrasi Konsultan Manajemen Nasional untuk Proyek Pengembangan Kecamatan.

Untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas intelektualnya, Erie berniat melanjutkan studi S2 bidang manajemen. Mengapa manajemen, menurut dia, karena perusahaannya memerlukan ilmu manajemen. Tapi sayang, keinginan untuk meneruskan studi Magister Manajemen masih terkendala oleh banyaknya proyek yang harus ditanganinya. Kesibukannya belum memungkinkan untuk berbagi waktu kuliah. ”Sebenarnya saya sudah mendaftar bahkan sudah di-interview,” ujarnya sambil tertawa getir.

Walaupun pekerjaan yang dia jalani sangat menguras waktu yang tidak sedikit, namun perhatian untuk keluarga tidak berkurang. “Di kala hari Sabtu dan Minggu adalah waktu saya dengan keluarga saya, dan saya sempatkan pula pada hari libur untuk olahraga golf,” ujarnya. Olah raga golf baginya, bukan sekadar berolah raga, tapi banyak hal yang bisa diperoleh dari sana. Misalnya bertemu dengan banyak teman dan membicarakan hal-hal yang sering tak sempat dibahas di kantor. Membahas masalah pekerjaan sambil main golf, tentu suasana batinnya akan beda jika kita membicarakannya di dalam ruangan.

Ingin Mendunia

Erie berobsesi besar untuk mengembangkan usahanya, yaitu bagaimana caranya agar perusahaan Indonesia bisa menembus proyek-proyek konsultansi di luar negeri. Kita harus membuktikan memiliki kemampuan yang tak kalah kualitasnya dengan para konsultan dari negara lain. Perusahaan yang dipimpinnya ingin berkembang besar seperti perusahaan nasional kelas kakap. Dia pun menunjuk nama Adhi Karya, sebuah perusahaan milik negara yang bergerak di bidang konstruksi. “Kita harus buktikan bahwa kita punya kemampuan yang lebih baik hingga lolos saat mengikuti tender,” kata Erie.

Untuk mengembangkan wawasannya, pria itupun bergabung di organisasi profesi yaitu Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) bersama sekitar 900an perusahaan konsultan. Khusus di Jakarta, sebanyak 20% anggota Inkindo adalah perusahaan besar, 45% perusahaan kelas menengah, dan selebihnya 35% adalah pengusaha kecil.

Dia berpendapat, saat ini pengusaha konsultan membutuhkan wadah bersatu untuk secara bersama-sama menyelesaikan berbagai persoalan keprofesian. Dia juga berharap, organisasi seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mampu menaungi aspirasi seluruh pengusaha, termasuk pengusaha jasa konsultan di berbagai bidang, baik konstruksi, teknik, administrasi, hingga menjangkau ke sektor pariwisata.

Menurutnya, Inkindo DKI mempunyai impian untuk ke depannya, di mana para pengusaha konsultan itu ingin mempunyai impian mempunyai proyek di luar negeri. “Kami dan para pengusaha konsultan sudah banyak mengikuti tender di luar dan menang. Ini adalah saat yang tepat untuk memajukan para pengusaha konsultan agar bisa bersinar di luar dan mempunyai pekerjaan bukan hanya di dalam negeri namun di luar negeri.

Ketua Komite Tetap Jasa Konsultansi, Kadin DKI Jakarta ini pun mengutip UU Nomor 1 tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri dan Keputusan Presiden RI Nomor 97 tahun 1996. Pada Bab I Pasal 1 huruf (a) UU Nomor 1/1987 menyebutkan, Kadin dinyatakan sebagai wadah bagi pengusaha Indonesia yang bergerak di bidang perekonomian. Kadin juga merupakan wadah pembinaan profesi dan penyaluran aspirasi, serta sarana memperjuangkan kepentingan dunia usaha dalam keikutsertaan pada pelaksanaan Pembangunan Nasional.

Kadin, menurut dia, juga merupakan sarana komunikasi antar pengusaha Indonesia, antara pengusaha Indonesia dengan pengusaha asing serta antara pengusaha Indonesia dengan Pemerintah dalam mengupayakan terciptanya iklim usaha yang kondusif, sehat dan dinamis serta sesuai dengan prinsip-prinsip Demokrasi Ekonomi yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

“Sesuai dengan pengertian tentang Kadin tersebut, maka tugas utama Kadin agar lebih terfokus untuk membina dan mengembangkan kemampuan, kegiatan dan kepentingan pengusaha Indonesia,” kata Erie. Ruang lingkup Kadin juga meliputi pelayanan informasi bagi dunia usaha dan masyarakat dalam rangka pengembangan dunia usaha nasional. Kadin, kata dia, juga memerlukan advokasi bagi dunia usaha, khususnya bagi pengembangan usaha kecil, menengah, dan koperasi.

Besar perhatiannya terhadap organisasi profesi tersebut. Hingga akhirnya pada 2010 dia terpilih sebagai ketua Inkindo DKI Jakarta sampai 2014. Di Kadin sendiri, Erie yang mengantongi sertifikat keprofesian itu juga terlihat aktif. Pada periode kepengurusan Kadin DKI periode 2008-2013 di bawah kepemimpinan ketua umumnya Eddy Kuntadi, Erie diberi tugas menjadi Ketua Komite Tetap Jasa Konsultansi di bawah Wakil Ketua Umum Bidang Konstruksi dan jasa Non-Konstruksi Oster P Rumbo.

Untuk melaksanakan ketiga tugas tersebut, Kadin DKI Jakarta menetapkan berbagai kebijakan jangka pendek, menengah dan panjang serta menjabarkannya ke dalam program kerja tahunan yang menyentuh langsung kepada kepentingan dunia usaha. Diharapkan, dari situ akan tercipta dan berkembangnya iklim usaha dan dunia usaha yang memungkinkan terwujudnya keikutsertaan yang seluas-luasnya bagi pengusaha Indonesia.

“Pengusaha di Jakarta pun pada gilirannya dapat berperan serta secara aktif dan efektif dalam upaya menggerakkan pembangunan nasional,” kata Erie. Melalui Kadin DKI, dia berharap pengusaha memperoleh berbagai kemudahan dalam bentuk pelayanan dan fasilitas.

Ia mengatakan, tentunya Kadin harus powerfull untuk membantu para pengusaha yang mengalami berbagai kendala di lapangan. “Contohnya seperti izin domisili di perumahan untuk mendirikan usaha di perumahan yang dilarang oleh Pemerintah DKI,” ungkapnya.

Menurutnya, waktu itu Kadin sudah berjuang untuk para pengusaha, disinilah peran Kadin bagi para pengusaha yang memperjuangan bagi seluruh pengusaha.

Kendala yang paling berat untuk para pengusaha dari sisi modal. “Kalau pengusaha besar pasti mempunyai modal besar, namun bagi para pengusaha kecil mempunyai modal kecil, ini kan perlu dibantu agar para pengusaha dapat berkembang,” kata dia.

Ada pengalaman menarik di Inkindo DKI. Kabarnya adalah adanya penipuan di kalangan perusahaan konsultansi yang dilakukan oleh orang yang mencatut namanya untuk mencarei keuntungan secaar tidak wajar. Pihak sekretariat Inkindo DKI Jakarta terpaksa mengeluarkan surat edaran kepada seluruh anggota keluarga. Isinya adalah agar para pengurus dan anggota tidak terpancing dengan menanggapi sambungan telepon dari seseorang yang mengaku bernama Erie Heriyadi.

(sahlan)