Pengalihan PBB-P2 dan BPHTB Tantangan Buat Daerah

NERACA

Cirebon - Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan pada Kementrian Keuangan, menggelar acara sosialisasi pengalihan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Kabupaten Cirebon, bertempat di gebung NU Sumber, Jumat (1/7) pekan lalu.

Terselenggaranya sosialisasi, berkat kekerja sama dengan Direktorat Pajak Kantor WilayahJawa Barat. Acara sosilisasi yang dibuka Wakil Bupati Cirebon, AsonSukasa tersebut, dihadir Sekda Kab. Cirebon, Zaenal Rusyamsi, unsur SKPD, para camat serta aparat desa se- Kab. Cirebon.

Wakil Bupati Ason Sukasa pada kesempatan itu mengatakan, pendapatan daerah Kabupaten Cirebon selama ini masih bergantung pada Dana Perimbangan dari pemerintah pusat 2010. Total pendapatan daerah Kab. Cirebon mencapai Rp. 143 trilun atau 10,21 % dari total APBD Kab. Cirebon.

Menurut Wabup Ason, , berkaitan dengan pengalihan PBB-P2 dan BPHTB kepada daerah, pada satu sisi diakui menguntungkan daerah. Namun disisi lain merupakan suatu tantangan. Masalahnya lanjut Ason, meski pengelolaan PBB-P2 dan BPHTB kini sepenuhnya diterima daerah namun adanya perubahan NPOPTKP dari yang sebelumnya Rp. 14 juta, kini minimal harus Rp. 60 juta. Ini kata Ason, daerah akan kehilangan potensi PAD.

Pemkab Cirebon tambah Wabup Ason, telah membuat regulasi turunan yaitu dari UU No 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRB), Regulasi turunan tersebut berupa Perda No 2 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Sementara Camat Dukupuntang, Sugeng Suharjo yang dihubungi Neraca secera terpisah berpendapat, pengalihan PBB-P2 dan BPHTB dianggap tidak memberikan penambahan penerimaan PAD secara signifikan.

BERITA TERKAIT

Kampanye Negatif Masih Jadi Tantangan Energi Terbarukan

  NERACA   Tangerang - Kampanye negatif berkait isu lingkungan masih menjadi tantangan utama pengembangan pembangkit listrik berbasis energi baru…

Hari Ini Penyampaian Visi dan Misi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi yang Baru

Hari Ini Penyampaian Visi dan Misi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi yang Baru NERACA Sukabumi - Ketua Badan Musyawarah (Banmus)…

Pentingnya Literasi dan Edukasi Keuangan untuk Mahasiswa

Pentingnya Literasi dan Edukasi Keuangan untuk Mahasiswa NERACA Jakarta - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (“WOM Finance” atau “Perseroan”), hari…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Pentingnya Literasi dan Edukasi Keuangan untuk Mahasiswa

Pentingnya Literasi dan Edukasi Keuangan untuk Mahasiswa NERACA Jakarta - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (“WOM Finance” atau “Perseroan”), hari…

Tersangka Mantan Walkot dan Sekda Depok Terkesan Janggal Tidak Ditahan - Proses Penyidikan Tersangka Korupsi APBD-P 2015 Jalan Nangka

Tersangka Mantan Walkot dan Sekda Depok Terkesan Janggal Tidak Ditahan Proses Penyidikan Tersangka Korupsi APBD-P 2015 Jalan Nangka NERACA Depok…

Marka Jalan di Kota Sukabumi Masih Kurang

Marka Jalan di Kota Sukabumi Masih Kurang NERACA Sukabumi - Di kota Sukabumi kelengkapan marka jalan ternyata masih kurang, rata-rata…