Sentimen Positif, IHSG Lanjutkan Penguatan

Kamis, 01/08/2013

NERACA

Jakarta – Perburuan investor terhadap saham-saham murah membawa berkah bagi pergerakan indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI. Pasalnya, diakhir perdagangan indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 1,888 poin (0,04%) ke level 4.610,377. Sementara Indeks LQ45 menipis 0,343 poin (0,04%) ke level 771,902.

Analis Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, aksi beli investor mampu menyelamatkan indeks BEI dari aksi jual, “Indeks BEI bergerak dengan tingkat volatilitas yang cukup tinggi, secara teknikal penguatan indeks BEI didorong dari beberapa saham yang sudah memasuki area jenuh jual,\" katanya di Jakarta, Rabu (31/7).

Dia menambahkan, meski IHSG BEI gagal melanjutkan laju positif ke target batas atas di level 4.655 namun, setidaknya lebih baik dengan berada di area positif atau bertahan di atas batas bawah 4.548-4.552 poin.\"Diharapkan sentimen yang ada dapat membantu IHSG BEI untuk dapat bertahan di area positifnya,”ujarnya.

Sementara Kepala Riset e-Trading Securities, Betrand Raynaldi menambahkan, pergerakan sektor-sektor IHSG BEI diantaranya perkebunan, industri dasar, konstruksi dan properti, konsumer goods, keuangan, dan sektor infrastruktur.

Dirinya memperkirakan, indeks BEI Kamis diproyeksikan akan menguat terbatas di kisaran 4.500--4.700 poin. Saham-saham yang layak dikoleksi antara lain, Aneka Tambang (ANTM), Erajaya Swasembada (ERAA), Mitra Adiperkasa (MAPI). Investor memburu saham-saham bank yang sudah terkoreksi pagi tadi. Indeks berhasil balik arah positif meski hanya naik tipis.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 146.126 kali pada volume 4,027 miliar lembar saham senilai Rp 4,415 triliun. Sebanyak 103 saham naik, sisanya 161 saham turun, dan 91 saham stagnan. Hanya satu bursa regional yang bertahan di zona hijau, yaitu bursa saham China. Sedangkan bursa-bursa di Asia lainnya kompak jatuh ke zona merah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Merck (MERK) naik Rp 10.000 ke Rp 210.000, Matahari (LPPF) naik Rp 900 ke Rp 12.450, Hexindo (HEXA) naik Rp 375 ke Rp 5.000, dan Indosprings (INDS) naik Rp 325 ke Rp 3.200. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.250 ke Rp 42.450, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 500 ke Rp 24.200, Unilever (UNVR) turun Rp 400 ke Rp 31.800, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 350 ke Rp 3.125.

Sebaliknya, pada perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup jatuh 37,782 poin (0,82%) ke level 4.570,707. Sementara Indeks LQ45 anjlok 7,160 poin (0,93%) ke level 765,085. Indeks sektoral yang diawal kompak menguat kini balik arah seluruhnya ke zona merah. Kinerja emiten tidak mampu mendorong IHSG menguat. Aksi ambil untung terjadi di seluruh lapisan saham.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 79.615 kali pada volume 1,915 miliar lembar saham senilai Rp 1,909 triliun. Sebanyak 74 saham naik, sisanya 167 saham turun, dan 74 saham stagnan.

Bursa-bursa regional masih bergerak mixed hingga sesi pertama. Bursa saham China dan Hong Kong berhasil menguat. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 30.000 ke Rp 370.000, Matahari (LPPF) naik Rp 200 ke Rp 11.750, Surya Citra (SCMA) naik Rp 125 ke Rp 2.650, dan Unggul Indah (UNIC) naik Rp 100 ke Rp 2.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.150 ke Rp 42.450, Unilever (UNVR) turun Rp 300 ke Rp 31.900, Nipress (NIPS) turun Rp 300 ke Rp 8.800, dan Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp 300 ke Rp 6.300.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 17,15 poin atau 0,37% ke posisi 4.625,64. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 4,38 poin (0,57%) ke level 776,63, “IHSG BEI melanjutkan penguatannya menyusul sentimen positif dari beberapa pengumuman kinerja emiten semester I,\" kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono.

Meski demikian, lanjut Purwoko Sartono, pergerakan indeks BEI masih akan dibayangi oleh kekhawatiran terhadap tingginya ekspektasi inflasi bulan Juli. Dia menambahkan, investor global juga masih menanti perkembangan ekonomi AS, seiring dengan adanya beberapa data ekonomi yang akan diumumkan pada pekan ini, yakni produk domestik bruto (PDB) dan laporan bulanan tenaga kerja, serta hasil keputusan The Fed.

Karena itu, dirinya memproyeksikan IHSG BEI akan bergerak konsolidasi pada Rabu. Pengumuman laporan kinerja emiten semester I diperkirakan kembali mewarnai pergerakan indeks BEI di kisaran 4.590-4.670 poin.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Haryajid Ramelan memperkirakan pergerakan indeks BEI cenderung mendatar sampai setelah Hari Raya Lebaran.\"Dana asing belum cukup banyak masuk ke pasar, strateginya \'wait and see\' hingga setelah Lebaran,\"ujarnya.

Tercatat bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 62,92 poin (0,29%) ke level 22.016,88, indeks Nikkei-225 turun 126,63 poin (0,91%) ke level 13.743,19, dan Straits Times melemah 13,18 poin (0,43%) ke posisi 3.240,99. (bani)