Kadin Minta Pengusaha Nasional Tingkatkan Investasi

Kamis, 01/08/2013

NERACA

Jakarta - Berdasarkan laporan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di semester I 2013 mencatat bahwa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) hanya mencapai Rp66,6 triliun atau mencapai 31% dari total investasi di semester I. Karena melihat masih minimnya investasi dari dalam negeri, Wakil Ketua Umum Kadin bidang Pemberdayaan Daerah dan Bulog Natsir Mansyur meminta agar pengusaha nasional bisa meningkatkan investasi di dalam negeri.

"Saat ini baru tercapai Rp66,6 triliun untuk PMDN. Akan tetapi, kami (Kadin) bersama dengan Pemerintah menargetkan investasi di akhir tahun akan meningkat 2 kali lipat atau bisa mencapai Rp120-150 triliun," ujar Natsir dalam diskusi di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (31/7).

Ia mengatakan bahwa saat ini investasi yang paling mudah dam sangat dibutuhkan adalah hilirisasi mineral dan batubara (minerba). Pasalnya Pemerintah telah mengeluarkan aturan pelarangan ekspor bahan mentah pada 2014. "Hlirisasi minerba paling cepat bisa direalisasikan. Selain itu juga, sektor ini juga lebih mengandalkan Sumber Daya Alam (SDA) yang jauh dari Pulau Jawa sehingga sejalan dengan upaya Pemerintah mengalihkan investasi ke luar pulau Jawa," katanya.

Namun begitu, kalangan dunia usaha tidak akan memulai sebelum Pemerintah terlebih dahulu memulainya. Minimal, kata dia, Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terlebih dahulu berinvestasi di luar Pulau Jawa. Bahkan Natsir meminta kepada Pemerintah agar dibentuk suatu kawasan khusus untuk industri ASEAN. "Di China itu ada provinsi kecil namanya Naning. Sekarang wilayah tersebut sudah maju dibandingkan beberapa tahun lalu karena sudah dijadikan kawasan industri ASEAN," tambahnya.

Meski didorong untuk berinvestasi di luar pulau Jawa, namun kenyataannya sebagian besar investasi masih terpusat di Jawa. Data BKPM di semester I menyebutkan bahwa 56,8% investasi yang masuk masih mengandalkan pulau Jawa. Sekretaris Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian Budhi Setyanto menyatakan bahwa ada beberapa alasan mengapa investor masih enggan menanamkan investasinya di luar pulau Jawa.

Pertama, masalah infrastruktur di luar pulau Jawa yang masih belum mendukung, Sumber Daya Manusia (SDM) di luar Pulau Jawa yang kurang maksimal, belum semua Kabupaten/Kota mempersiapkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) khususnya diperuntukan untuk kawasan industri. "Hal-hal tersebutlah yang membuat investor tidak berminat menanamkan investasinya di luar pulau jawa," ujarnya.

Budhi mengatakan bahwa Pemerintah masih kesulitan dalam pengembangan kawasan industri. Pasalnya sebagian besar tanah telah dikuasai oleh pihak swasta. "Pemerintah Jepang, Taiwan, Thailand, dan Korea Selatan menguasai sebagian besar tanah bahkan ada yang mencapai 94% penguasaan tanahnya. Sementara di Indonesia, Pemerintah hanya menguasai 6% sementara sisanya telah dimiliki swasta," tuturnya.

Optimis Tercapai

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) M. Chatib Basri merasa optimistis, target realisasi investasi PMDN pada tahun 2013 akan tercapai, bahkan terlampaui. Berdasarkan data BKPM, realisasi investasi PMDN pada semester 1-2013 mencapai Rp60,6 triliun atau naik 31,4% dibanding periode yang sama tahun 2012 yang sebesar Rp 40,5 triliun. "Yang ingin saya katakan di sini, yang tinggi sekali itu adalah PMDN. Januari-Juni-nya (2013) itu adalah Rp60,6 triliun, dari seluruh target sebesar Rp117,7 triliun. Jadi kalau kita analisa di sini, kemungkian PMDN nantinya akan melampaui target," ucapnya.

Dalam rangka perbaikan iklim investasi di indonesia, BKPM telah menerbitkan peraturan kepala BKPM Nomor 5 Tahun 2013 sebagai upaya penyederhanaan prosedur perizinan dan non-perizinan penanaman modal. Penyederhanaan atau perampingan aturan hingga kini masih dalam proses pembahasan dengan mengacu pada arahan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang akan dilakukan sinkronisasi oleh tim Peningkatan Ekspor dan Peningkatan Investasi (PEPI).

"Tujuannya adalah agar izin usaha lebih mudah. Dan diharapkan dengan diimplementasikannya aturan penanaman modal tersebut diharapakan realisasi investasi PMA dan PMDN dapat meningkat, sehingga akan tetap memberikan kontribusi yang berarti terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan sebesar 6,3% tahun ini," tuturnya.

Dengan meningkatkan investasi tersebut, maka berimbas pada penyerapan tenaga kerja Indonesia yang secara langsung yang diakibatkan investasi, baik melalui Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada kuartal II/2013 mencapai 626.376 orang. Jumlah tersebut meliputi penyerapan PMA sebanyak 386.566 orang dan penyerapan tenaga kerja oleh PMDN sebanyak 289.810 tenaga kerja. "Penyerapan tertinggi oleh PMA sebesar 386.566 atau 61,71 persen dari total tenaga kerja," ujarnya.