Allied Telesis Tekan Biaya dan Kompleksitas Jaringan Hingga 60% - Luncurkan Allied Management Framework

NERACA

Jakarta - Allied Telesis, penyedia layanan pengalihan IP/Ethernet global serta pemimpin industri di bidang penempatan jaringan IP Triple Play, kemarin telah mengumumkan peluncuran Allied Management Framework (AMF), yakni sebuah teknologi inovatif yang akan membantu perusahaan menekan biaya dan kompleksitas manajemen jaringan hingga 60%.

Software Defined Networking (SDN), dimana platform perangkat lunak digunakan untuk mengendalikan jaringan secara terpusat, telah muncul di berbagai headline belakangan ini atas klaimnya mengenai pemanfaatan jaringan yang lebih baik dan manajemen jaringan yang lebih mudah.

Sayangnya, banyak solusi SDN ditargetkan pada pusat data besar yang menyebabkan sulitnya pelanggan perusahaan tipikal untuk memperolehnya. Allied Telesis mengetahui hal ini dan kemudian mengembangkan AMF sebagai cara praktis bagi Enterprise untuk memperoleh keuntungan SDN tanpa menghabiskan biaya yang besar.

“Salah satu tantangan utama yang kami temui adalah sumber daya yang diperlukan untuk mengelola jaringan perusahaan besar. Selain itu, para pelanggan menemui kendala dalam menyewa atau memperoleh staf teknis. AMF mempermudah kesulitan dalam mengelola jaringan perusahaan dengan mengotomatiskan berbagai perintah yang kini memerlukan keterlibatan administrator jaringan. Platform kami telah dikembangkan untuk memudahkan pelanggan dalam mengelola jaringan mereka,” ujar Scott Penno, Manajer Marketing Wilayah Asia Pasifik untuk Allied Telesis, seperti dikutip dari keterangan resminya, Rabu (31/7).

Salah satu keuntungan utama dari SDN adalah janjinya akan manajemen terpusat. SDN memperlakukan jaringan sebagai perangkat virtual tunggal. Allied Telesis telah mengembangkan AMF untuk mencapai tujuan tersebut dan bahkan, dengan manajemen terpusat dari seluruh jaringan dari perangkat tunggal apapun melalui Command Line Interface (CLI) tunggal dan intuitif.

Berkas penyesuaian dan berkas firmware secara otomatis disalin ulang secara teratur dan kemudian tersedia untuk regenerasi perangkat yang gagal; serta, perubahan penyesuaian dapat dilakukan pada berbagai perangkat pada waktu yang sama. Gabungan fitur tersebut mempermudah AMF untuk mengurangi pengeluaran operasional jaringan dengan mengurangi kompleksitas manajemen jaringan dan mengotomatiskan berbagai perintah rutin.

“Tidak seperti SND, yang memerlukan pengendali berbasis perangkat lunak yang berada di luar jaringan itu sendiri, Allied Telesis telah melampirkan fungsionalitas pengendali dalam jaringan tersebut yang menyederhanakan kinerja teknologi tersebut. Ini menyebabkan banyak keuntungan dari Software Defined Networking dapat dikirim tanpa biaya, kompleksitas, dan biaya tetap yang dimiliki SDN,” tambah Penno.

Pengelolaan Jaringan

Menurut dia, dalam berbagai kasus, biaya pengelolaan sebuah jaringan adalah hasil perkalian biaya modal dari perangkat keras tersebut. “Untuk alasan tersebut, banyak organisasi yang kini berfokus pada teknologi seperti SDN dan MF sebagai cara untuk menekan biaya operasional terkait dengan pengelolaan jaringan mereka. Salah satu pengadopsi awal dari teknologi ini mengharapkan untuk menekan biaya ppengelolaan jaringan mereka sebesar 60% yang tentunya sangat menggiurkan bagi para pelanggan,” tambahnya.

Sebagai vendor produk jaringan Ethernet terdepan, Allied Telesis berfokus pada penyampaian keuntungan dari teknologi jaringan terbaru bagi para pelanggan. Allied Telesis telah mengidentifikasi pengelolaan jaringan terpadu sebagai keuntungan langsung bagi pengguna Enterprise dan telah mengembangkan Allied Management Framework (AMF) untuk lebih menyederhanakan perintah pengelolaan jaringan.

Fitur kuat seperti manajemen terpusat, backup otomatis, upgrade otomatis, perbekalan otomatis, pemulihan otomatis, jaringan plug-and-play, dan pengelolaan zero-touch merupakan fitur-fitur pertama yang diimplementasikan dalam AMF. AMF merupakan sebuah platform kepentingan strategis bagi Allied Telesis dan perkembangan dan peningkatan lebih lanjut pada AMF sedang dilakukan untuk menghasilkan teknologi jaringan generasi berikutnya bagi pelanggan.

BERITA TERKAIT

BI : Dolar Tekan Rupiah Hingga Akhir 2018

      NERACA   Jakarta - Keperkasaan dolar AS terus menekan nilai tukar Rupiah dan mata uang negara lain…

Pasca Libur Panjang, 92% Lebih PNS Kemenkop dan UKM Masuk Kerja

Pasca Libur Panjang, 92% Lebih PNS Kemenkop dan UKM Masuk Kerja NERACA Jakarta - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi…

BEI Suspensi Saham INDR dan BNBR

Lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (suspensi) saham PT Indorama…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Ini Jurus Wujudkan Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya mewujudkan visi Indonesia untuk menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada tahun 2020. Peluang…

Laporan Keuangan - Satu Dekade, Kemenperin Raih Opini WTP Berturut

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk laporan keuangan…

Dukung Industri 4.0 - Kemenperin Usul Tambah Anggaran Rp 2,57 Triliun

  NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian mengusulkan tambahan anggaran pada tahun 2019 kepada DPR RI sebesar Rp2,57 triliun. Anggaran tersebut…