Pencurian Minyak Datangkan Tiga Kerugian

Penilaian Menteri ESDM

Jumat, 02/08/2013

NERACA

Jakarta - Kasus pencurian minyak yang dilakukan oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab mulai banyak yang terungkap. Misalnya saja pipa minyak sepanjang 242 Km dari Tempino (Jambi)-Plaju (Sumatera Selatan) kerap dilubangi pencuri untuk mencuri minyak dan kasus meledaknya pipa distribusi BBM Pertamina di Tasikmalaya diduga akibat dibobol maling yang mencuri dengan cara melubangi pipa tersebut. Dari beberapa kasus tersebut, pihak aparat keamanan diminta untuk segera turun tangan dan menindak pencuri minyak tersebut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menegaskan bahwa banyaknya kasus pencurian minyak maka bisa menyebabkan kerugian terhadap negara. "Ada beberapa pencurian minyak yang kian marak dan membahayakan negara dan masyarakat sekitar," ucap Jero di Jakarta, Rabu (31/7).

Dikatakan Jero, pencurian yang membahayakan dan merugikan negara seperti pencurian minyak di Tempino-Plaju, pencurian minyak di pipa Balongan, dan kejadian terbaru adalah pencurian di pipa BBM di Tasikmalaya. "Kita komunikasikan turun tangan semua, Kapolres dan Kapolsek, harus jaga semua," katanya.

Pasalnya kata Jero, aksi pencurian tersebut membuat negara menderita kerugian. "Aksi pencurian tersebut satu merugikan negara, dua itu merupakan tindakan kriminal, dan ketiga membahayakan keselamatan. Kami minta Kapolri segera tangani ini dengan cepat," cetusnya.

Bahaya Pencurian

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan menjelaskan bahwa aksi pencurian tersebut lantaran masyarakat belum mengetahui akibatnya jika mencuri produk (BBM). "Ini masyarakat yang melakukan ini tidak tahu akan bahaya mencuri produk (BBM). Karena daya flameable-nya lebih besar dari minyak mentah, makanya sangat rentan terjadi ledakan," ucap Karen.

Kejadian ini sangat merugikan Pertamina, karena BBM yang terbakar harus dihabiskan terbakar sebelum memadamkan apinya. "Ini sama seperti Cilacap dulu, terbakar ya sampai habis dulu BBM-nya, baru apinya bisa dipadamkan, tapi tetap harus dilakukan pendinginan berhari-hari," kata Karen. Namun, walaupun pipa BBM di Tasikmalaya meledak, Karen tetap menjamin pasokan BBM saat di jalur mudik tetap aman. "Pasokan BBM-nya kami suntik untuk Ujung Berung dan Padalarang dari Cikampek dan Tumpang. Jadi Insya Allah semua aman," tandas Karen.

Lebih lanjut dikatakan Karen, pihaknya sudah berulang kali mengirim surat kepada pihak-pihak keamanan yang berwenang untuk mengamankan pencurian lewat pipa-pipa minyak tersebut. Namun pencurian masih saja terjadi. "Kami sudah berapa kali mengirim surat dan beberapa kali berbicara dengan pihak yang menangani itu, ini secara masif, tapi yang dijarah bukan satu dua, tapi ratusan," kata Karen.

Dikatakan Karen, penghentian produksi minyak Pertamina di wilayah tersebut dilakukan untuk keselamatan. Karena minyak yang bocor tersebut rawan terbakar dan meledak. "Saya tidak melihat sisi kerugian tapi aspek keselamatan. Ya memang kita hentikan operasinya, tidak mau kalau terjadi sesatu kita berhubungan dengan zat yang mudah terbakar," ujar Karen.

Menurut Karen, pihaknya selaku perusahaan pengelola pipa tersebut sangat berpegang pada aturan keselamatan (HSE-Health, Safety, and Environment). "Itu juga sebagai perusahan tentunya konsen terhadap HSE, kami mengambil kesimpulan ini dihentikan," jelasnya.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, penghentian produksi minyak oleh Pertamina di wilayah ini perlu dilakukan. Bila tidak, maka kerugian negara makin besar dan makin berbahaya karena bisa menimbulkan ledakan. "Dirut Pertamina (Karen Agustiawan) melaporkan hal yang cukup serius dan penting yaitu stopnya aliran crude oil (minyak mentah) kita dari Tempino dan Benkayan menuju ke Plaju karena cukup parah. Pipa-pipa yang dibor secara ilegal untuk pencurian crude oil," kata Hatta.