Produksi CPO Dharma Satya Tumbuh 31,1%

Kamis, 01/08/2013

NERACA

Jakarta – Perusahaan sawit, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) berhasil mencatatkan peningkatan produksi CPO menjadi 145,397 ton di semester pertama tahun ini atau naik sebesar 31,1% dibandingkan priode yang sama tahun lalu. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (31/7).

Direktur Utama PT Dharma Satya Nusantara Tbk, Djojo Boentoro mengatakan, tidak hanya produksi yang meningkat tetapi juga volume penjualan CPO yang turun mengalami peningkatan signifikan sebesar 30,5% menjadi 147,693 ton.

Tidak hanya itu, perseroan juga mengalami kenaikan produksi tandan buah segara (TBS) selama priode Januari-Juni 2013 yang mencapai 555.570 ton atau naik sebesar 28% dibandingkan dengan priode yang sama tahun lalu. Sementara TBS yang diproses mencapai 600.350 ton atau naik 35,0% dibandingkan tahun lalu, dimana yang diperoleh dari perkebunan inti, petani plasma dan pihak ketiga. Kemudian dari efisiensi, sampai Juni 2013 perseroan berhasil menjaga oil extraction rate (OER) CPO rata-rata di level 24,2% dan rata-rata free fatty acids (FFA) sekitar 2,6%.

Menurut Djojo Boentoro, peningkatan volue produksi BTS ini disebabkan karena meningkatnya luasan tanaman yang mature dan bertambahnya usia tanaman milik perseroan. Total area tanaman mature meningkat dari 42.333 hektar pada tahun 2012 menjadi 48.470 hektar di 2013. Sementara produktifitas TBS per hektar mencapai 11,9 ton per hektar meningkat 9% dibandingkan priode yang sama tahun lalu.

Sementara ekspansi yang dilakukan perseroan masih sesuai yang di jadwalkan. Progres penanaman baru yang dicapai perseroan Januari-Juni 2013 mencapai 4.195 hektar atau naik sebesar 116% dibandingkan priode yang sama tahun lalu, sehingga jumlah areal tanaman sampai juni 2013 telah mencapai 65.247 hektar. Sampai akhir tahun 2013, perseroan menargetkan penanaman baru menjadi 8 ribu hektar yang terdiri dari 4.200 untuk inti dan 3.800 untuk plasma.

Disamping itu, perseroan mengungkapkan telah berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp 1,7 triliun atau relatif sama dengan penjualan priode yang sama tahun lalu, ditengah turunnya harga CPO belakangan ini. Jumlah penjulan bersih disumbang oleh sektor perkebunan yang mencapai 60% atau senilai Rp 1 triliun dan sektor produk kayu mencapai 40% atau sekitar Rp 0,7 triliun.

Menurut wakil Direktur Utama PT Dharma Satya Nusantara Tbk, Andrianto Oetomo, kontribusi pendapatan dari sektor perkebunan mengalami peningkatan dari 55% pada tahun lalu, meskipun penjualan bersih relative tetap. Namun perseroan berhasil meningkatkan laba usaha sebesar 9% menjadi Rp 260 miliar dari priode yang sama sebelumnya hanya Rp 238 miliar. Hal ini terutama disebabkan menurunnya beban pokok penjualan perton CPO sebesar 8,4% dari Rp4,7 juta pada semester satu 2012 menjadi Rp 4,3 juta, “Meskipun harga CPO di pasar internasional tahun ini turun, perseroan berhasil mempertahankan margin laba kotor sebesar 28% seperti tahun lalu dan margin laba usaha di tingkat 15%, “kata Andianto.

Sampai dengan Juni 2013, tercatat total aset perseroan mencapai Rp 5,7 triliun atau naik 11% dibandingkan dengan akhir tahun lalu mencapai Rp 5,1 triliun. Total ekuitas perseroan menjadi Rp 1,9 triliun atau naik sebesar 35,6%. (bani)