Jika Diserang Kantuk, Minggir dan Tidur

Sabtu, 03/08/2013

Jika Diserang Kantuk, Minggir dan Tidur

Dalam Operasi Ketupat yang dilakukan Polri pada 23 Agustus - September 2011, ditemukan data tentang sebab-sebab terjadinya kecelakaan di jalan raya. Lagi-lagi, faktor manusia paling dominan. Sebanyak 449 kendaraan tidak layak, 387 jalanan tidak layak atau memadai, dan 1.018 pengendara mengantuk.

Itulah data yang diungkapkan Andreas Prasadja, seorang sleep physician dari RS Mitra Kemayoran saat berbicara dalam diskusi panel ‘NGANTUK Berkendara=MAUT’. Sedangkan data terakhir, yakni pada 2012 menunjukkan, lebih dari separuh kasus kecelakaan di Indonesia dipicu oleh faktor tersebut. Tahun lalu, tiap hari rata-rata terjadi 300-an kecelakaan yang merenggut rata-rata 80 lebih jiwa per hari.

Menurut Andreas, jika Anda berkendara sepeda motor atau mobil merasa mengantuk jangan dipaksakan karena akan membahayakan diri Anda sendiri. Lalu apa yang harus dilakukan saat mengalami kantuk? “Yang harus dilakukan yakni berhenti sejenak atau kalau bisa tidur sampai Anda merasa segar kembali,” kata dia.

Menjawab pertanyaan apakah kantuk dapat dihalau dengan minum kopi atau minuman penambah energi lainnya, Andreas menegaskan, saat mengantuk membuat seseorang tidak bisa berkonsentrasi. “Obat mengantuk hanya satu, yakni tidur,\" ujar Andreas.

Dia menjelaskan, boleh saja minum kopi atau minum suplemen, tapi ada caranya yang tepat. Jangan sembarangan, karena semua ada aturannya. Cara yang benar mengatasi rasa kantuk saat berkendara adalah minggir dan berhenti. Lalu, boleh minum kopi atau suplemen. Namun, setelah itu harus segera tidur sejenak.

\"Caffein itu baru bekerja setelah 30 menit. Jadi setelah minum kopi seharunya Anda tidur dan setelah tidur minimal 20 menit baru Anda akan merasa segar kembali dan bisa melanjutkan perjalanan,\" kata dokter spesialis masalah tidur ini.

Apa ciri-ciri orang mulai mengantuk? Andreas menerangkan, orang yang mengantuk akut itu sering menguap, matanya sudah berair dan duduk di dalam mobil inginnya senderan. \"Kalau mengantuk sebenarnya Anda masih bisa berkendara, tapi pure insting, kalau ada kejadian apa-apa sudah pasti Anda tidak akan bisa menghindar dan terjadi kecelakaan,\" kata dia.

Yang ideal selama menempuh perjalanan mudik, kata dia, adalah tetap menjaga agar waktu tidur minimal 6 jam. “Yang paling baik itu jangan dibiasakan mengemudi di jam yang biasanya Anda biasa tidur,” tuturnya. (saksono)