Masih Manusiawikah Perjalanan Mudik Lebaran 2013?

Sabtu, 03/08/2013

Para pemudik dengan perjalanan darat dari Jakarta dan sekitarnya ke arah timur, baik untuk rute pendek ke kawasan Jawa Barat, rute sedang ke kawasan Jawa Tengah dan Yogyakarta, maupun rute jauh ke kawasan Jawa Timur, tahun ini harus makin ekstra hati-hati dan bersabar karena bakal terjebak kemacetan berjam-jam lamanya.

Sebab, dari berbagai laporan selayang pandang sejumlah tim survei jalur mudik utama lewat pantai utara (pantura), kondisinya masih amburadul. Mereka tak yakin ‘proyek tahunan’ perbaikan jalan negara di rute Cikampek Cirebon – Tegal- Pekalongan akan selesai menjelang Lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1434 Hijriyah.

Alhasil, harapan perjalanan mudik melalui jalanan yang muluk dari tahun ke tahun bakal terlaksana. “Dari Juni saat liburan anak sekolah sampai sekarang, proyek itu tak juga selesai, karena itu saya perkirakan, perjalanan mudik kali ini justru makin parah dibandingkan dengan perjalanan mudik tahun-tahu sebelumnya,” kata Ahmad Tanthowi (40) yang pada Juni lalu menyusuri pantura hingga ke Surabaya dan Malang. “Di pantura kami terjebak macet berjam-jam,” ujarnya.

Jalur Brebes-Purwokerto melalui Ketanggungan-Bumiayu, juga termasuk ‘neraka’ bagi pemudik. Sebab, saat ini betonisasi jalan tak kunjung tuntas. Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mengungkapkan, dari 1.300 km-an jalan negara di jalur pantura, baru 229 km saja yang sudah dibeton. Jalan beton memang alternatif paling baik karena lebih tahan dibandingkan dengan jalan aspal mengingat kontur jalanan yang kebanyakan labil. Tambah sulam jalan pantura itu mendapat anggaran sekitar Rp 2,8 triliun tiap tahun.

Hal serupa juga dialami para pemudik di kawasan Sumatera di lintasan timur maupun barat hingga di penyeberangan Merak – Bakauhuni. Pasca ambruknya jembatan penghubung ke dermaga V di Merak diperkirakan bakal berpotensi menyebakan kemacetan berkilo-kilometer menuju pelabuhan penyeberangan. Pada hari biasa saja kemacetan sudah mendera setiap hari, bagaimana nasibnya setelah jembatan itu roboh dan menelan satu truk jatuh dan tenggelam ke laut.

Kekhawatiran Tanthowi tentu juga menghinggapi ribuan bahkan jutaan pemudik Lebaran tahun ini kendati Menteri Koordinator Bidang (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa menjamin, menjelang Lebaran proyek tu selesai dan kondisinya akan lebih baik dari tahun lalu. \"Saat ini perbaikan jalur di sepanjang pantura masih terus diperbaiki. Namun dipastikan akan jauh lebih baik dari tahun sebelumnya, angkutan umum ke Jawa lewat jalur pantura pasti aman,\" kata Hatta di Jakarta, akhir pekan lalu.

Diperkirakan, jumlah pemudik tahun ini meningkat. Kementerian Perhubungan memperkirakan sebanyak 17,39 juta orang menggunakan angkutan umum, baik menjelang maupun setelah Lebaran atau bertambah sekitar 4,5% dari pemudik angkutan umum tahun lau yang mencapai 16,64 juta orang. “Penumpang bakal melonjak pada hingga arus balik, dari tanggal 1 sampai 16 Agustus,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Bambang S Ervan, belum lama ini.

Terbanyak pemudik menggunakan bus sebanyak 6,22 juta orang, angkutan penyeberangan 3,33 juta orang, yang naik kereta 2,79 juta orang, naik kapal laut 1,28 juta orang, dan menggunakan pesawat 3,75 juta orang.

Subsidi Pemudik Motor

Yang jadi persoalan adalah banyaknya pemudik naik motor. Tahun ini diperkirakan mencapai 3,03 juta motor atau naik sekitar 8,15% dari tahun 2012. Tiap tahun, pemudik bermotor terus bertambah, pada 2011 kenaikan sebesar 2,8%. “Dan 70% kecelakaan lalu lintas, korbannya adalah pengendara sepeda motor,” kata Menteri Perhubungan EE Mangindaan.

Data dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menunjukkan, jumlah kasus kecelakaan selama mudik Lebaran tahun lalu mencapai 5.013 kasus. Data ini dihimpun selama dua pecan, yaitu pada 11- 25 Agustus 2012. Sampai H+5, ada 869 korban meninggal dunia, 1.470 orang menderita luka berat, dan 4.816 orang lagi mengalami luka ringan. Kerugian akibat kecelakaan mencapai Rp 10,03 miliar.

Untuk mencegah potensi kecelakaan di jalan, pemerintah dan banyak perusahaan swasta mengupayakan mudik gratis bagi pemudik sepeda motor. Jauh hari, Kementerian Perhubungan sudah membuka pendaftaran mudik gratis. DPR pun menyetujui diberikannya subsidi bagi pemudik bersepeda motor.

Bambang menjelaskan, semula, pihaknya mengajukan anggaran subsidi angkutan sebesar Rp 124 miliar. Namun, pihak DPR hanya menyetujui Rp 25 miliar saja. Anggaran itu akan habis dipakai untuk mengangkut pemudik dengan menggunakan tiga moda, darat, kereta api, dan melalui laut. Ditjen Perhubungan Darat mendapat jatah Rp 8,9 miliar, Ditjen Perhubungan Laut Rp 7,45 miliar dan Ditjen Kereta Api dijatah Rp 8,64 miliar.

Anggaran itu seluruhnya untuk mengangkut pemudik bersepeda motor secara gratis. Menurut Bambang, dengan anggaran sebesar itu, diharapkan mampu mengangkut 216.705 pemudik bersepeda motor. Ada 12 kota tujuan mudik gratis dari Kemenhub, yaitu Bandar Lampung, Cirebon, Tasikmalaya, Cilacap, Tegal, Purwokerto, Wonosobo, Kebumen, Magelang, Yogyakarta, Solo, dan Wonogiri.

Sedangkan, pemberangkatan peserta dilakukan di sejumlah titik di Jakarta, Tangerang, Bogor, Depok, dan Bekasi, pada H-7 sampai H-3 atau 1-5 Agustus dengan patokan Idul Fitri 1 Syawal 1434 H jatuh pada 8 Agustus 2013. (saksono)