Express Taxi Bukukan Laba Bersih Rp 60,5 Miliar

NERACA

Jakarta - PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) membukukan laba bersih naik menjadi Rp60,5 miliar sedikit melebihi target yang ditetapkan perseroan yaitu Rp 59 miliar. Menurut Direktur Keuangan TAXI David Santoso, setelah mengalami kenaikan pada laba semester 1 tahun ini, bisnis taksi di Indonesia merupakan bisnis stabil karena memang di Indonesia kekurangan armada taksi.

Selain itu pendapatan perkapita masyarakat Indonesia tidak mempengaruhi jumlah kebutuhan taksi, “Pendapatan semester 1 tahun ini Rp 330 miliar, tumbuh 40% dari tahun lalu yaitu Rp 237 miliar. Kontribusi terbesar masih didominasi dari taksi reguler kami yang mencapai 90%,”katanya di Jakarta kemarin.

Sisanya dari rental bus dan limousin yang terdiri dari Alphard, Mercedes dan BMW yang berada di Bali, Lombok, Bandung dan Jakarta. Namun, David mengakui bus masih sedikit dengan memiliki 15 unit yang telah penuh di booking hingga lebaran.

\\\"Bus kami memang masih sedikit baru 15 unit hingga akhir tahun kemungkinan enjadi 25 unit. Namun untuk taksi hingga saat ini kami terus menambah armada mencapai 8.035 unit yang sudah kami beli mencapai 9.000 unit. Tiap tahunnya bertambah 2.000 unit taksi. Sedangkan untuk limousin ada sekitar 100 unit\\\", jelas dia.

Hingga akhir tahun Express dipastikan memiliki 10.035 unit taksi yang banyak tersebar di wilayah Jabodetabek. Selain itu, perseroan telah menghabiskan lebih dari Rp 250 miliar belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini atau lebih dari setengah anggaran capex untuk investasi pada kendaraan taksi dan poolnya.\\\"Sisanya sekitar Rp 200 miliar lebih, capex yang kami pakai untuk investasi pada kendaraan dan pool yang saat ini berjumlah 25 lokasi, targetnya tahun ini kami mencapai 30 pool taksi\\\", jelas dia.

Dia juga menjelaskan, sudah mendapatkan 3 lokasi baru untuk pool yang bernilai investasi pada tiap pool minimal Rp 10 miliar. Saat ini perseroan masih mencari lokasi untuk 2 pool lagi yang saat ini lokasi pool banyak berada di Jabodetabek, Bekasi, Depok, dan Bandara. Sedangkan untuk diluar Jabodetabek yaitu Bali, Lombok, Medan, Surabaya dan semarang.

Selain itu perseroan akan membagikan dividen sebesar Rp 10 per lembar saham. Menurutnya, pembagian dividen untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Sementara itu, mengenai kenaikan bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak mempengaruhi kinerja keuangan perseroan. Pasalnya perseroan menerapkan sistem kemitraan dengan pengemudi taksinya, sehingga kenaikan tarif taksi semata-mata untuk menyesuaikan pendapatan pengemudi.\\\"Setoran pengemudi tetap tidak naik walaupun BBM naik, tarif kami naik hanya untuk menyesuaikan pendapatan mitra kami yang tentunya berkurang jika tarif taksi tidak dinaikan sementara BBM naik. Karena pengeluaran untuk membeli bensin dibebankan ke pengemudi\\\", jelas dia. (nurul)

BERITA TERKAIT

Laba Dua Putra Utama Terkoreksi 57,96%

Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) laba bersih di kuartal tiga 2018 kemarin sebesar Rp35,9 miliar atau turun…

Agresif Investasi di Sektor Energi - Tahun Ini, WIKA Targetkan Laba Rp 3,01 Triliun

NERACA Jakarta – Seiring pertumbuhan target kontrak baru di tahun 2019, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) juga menargetkan pertumbuhan…

KMTR Bidik Rp 583 Miliar dari Rights Issue

Perkuat modal dalam pengembangan bisnisnya, PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) berencana melakukan penambahan modal dengan skema Hak Memesan Efek Terlebih…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di Sumut Masuk 10 Besar

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) mengungkapkan, transaksi investor pasar modal di Sumut masuk 10 besar nasional…

IPCC Serap Dana IPO Rp 525,28 Miliar

Sejak mencatatkan saham perdananya di pasar modal tahun kemarin, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) telah memakai dana penawaran umum…

Armada Berjaya Bidik Dana IPO Rp39 Miliar

Satu lagi perusahaan yang bakal IPO di kuartal pertama tahun ini adalah PT Armada Berjaya Trans Tbk. Perusahaan yang bergerak…