IHSG Masih Bergerak Wait And See

NEARCA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa sore ditutup menguat 28,022 poin (0,61%) ke level 4.608,489. Sementara Indeks LQ45 menguat 9,956 poin (1,31 poin) ke level 772,245. Penguatan indeks BEI ditopang pengatan saham-saham berkapitalisasi besar, meski ada aksi ambil untung, IHSG bisa bertahan di zona hijau.

Analis eTrading Securities, Andrew Argado mengatakan, ekspektasi kinerja emiten semester I sesuai dengan proyeksi, kondisi itu menjadi salah satu faktor pendorong indeks BEI menguat, “Indonesia masih menjadi salah satu negara yang prospektif untuk investasi, mereka juga sedang pantau kinerja emiten,\"katanya di Jakarta, Selasa (30/7).

Menurutnya, potensi pelemahan indeks BEI masih ada, sehingga diharapkan pemerintah dapat memberikan pernyataan yang dapat menenangkan pasar keuangan di tengah minimnya sentimen positif. Sementara Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Haryajid Ramelan memperkirakan, pergerakan indeks BEI bergerak mendatar sampai setelah Hari Raya Lebaran, “Asing belum cukup kuat masuk ke pasar, strateginya \'wait and see\' hingga setelah Lebaran,\" tandasnya.

Pada perdagangan kemarin, saham-saham berkapitalisasi besar jadi target aksi beli, sehingga meski banyak indeks sektoral jatuh ke zona merah tapi IHSG tetap bisa menguat. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 130.846 kali pada volume 4.049 miliar lembar saham senilai Rp 8,843 triliun. Sebanyak 107 saham naik, sisanya 153 saham turun, dan 104 saham stagnan.

Nilai dan volume transaksi melambung tinggi gara-gara transaksi tutup sendiri alias crossing saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 2,1 triliun di pasar negosiasi. Transaksi dilakukan oleh broker Credit Suisse Securities (CS).

Akhirnya bursa-bursa di Asia berhasil kompak masuk zona hijau menutup perdagangan Selasa sore. Investor tetap waspada jelang pengumuman The Federal Reserve. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.000 ke Rp 82.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 600 ke Rp 43.600, Goodyear (GDYR) naik Rp 500 ke Rp 24.000, dan Unilever (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 32.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERCK) turun Rp 15.000 ke Rp 200.000, Jasa Marga (JSMR) turun Rp 350 ke Rp 5.550, Gajah Tunggal (GJTL) turun Rp 325 ke Rp 2.825, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 300 ke Rp 24.700.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 57,272 poin (1,25%) ke level 4.637,739. Sementara Indeks LQ45 menanjak 14,456 poin (1,90%) ke level 776,745. Saham-saham emiten yang sudah melaporkan kinerja positif langsung jadi incaran investor. Investor asing yang sudah banyak lepas saham kini mulai berburu saham lagi.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 51.984 kali pada volume 1,286 miliar lembar saham senilai Rp 1,506 triliun. Sebanyak 39 saham naik, sisanya 191 saham turun, dan 69 saham stagnan.

Mayoritas bursa-bursa di Asia bisa menguat hingga sesi pertama. Hanya bursa saham Singapura yang masih ketinggalan di zona merah. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Unilever (UNVR) naik Rp 1.050 ke Rp 32.850, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 900 ke Rp 43.900, Goodyear (GDYR) naik Rp 500 ke Rp 24.000, dan Telkom (TLKM) naik Rp 400 ke Rp 11.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 600 ke Rp 31.600, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 80.500, Nipress (NIPS) turun Rp 350 ke Rp 8.800, dan Gajah Tunggal (GJTL) turun Rp 275 ke Rp 2.875.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 20,64 poin atau 0,45% ke posisi 4.601,11. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 5,27 poin (0,69%) ke level 767,56, “Indeks BEI dibuka menguat seiring dengan laporan kinerja beberapa perusahaan yang relatif sesuai dengan ekspektasi,\" kata Kepala analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Namun, dia menambahkan beberapa saham yang kinerjanya di bawah ekspektasi dapat menahan penguatan indeks BEI. Sementara diperkirakan beberapa saham yang memiliki potensi koreksi yakni PT Jasa Marga (JSMR) dan PT Astra Agro Lestari (AALI) dikarenakan membukukan kinerja lebih rendah dari ekspektasi.\"Sedangkan PT Wijaya Karya (WIKA) dan PT Bumi Serpong Damai (BSDE) berpotensi menguat seiring kinerja yang lebih baik dari ekspektasi,\" kata dia.

Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono menambahkan nilai tukar rupiah yang masih melemah terhadap dolar AS dapat menjadi faktor negatif bagi pasar saham di dalam negeri. Tercatat bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 23,30 poin (0,11%) ke level 21.873,45, indeks Nikkei-225 naik 42,81 poin (0,29%) ke level 13.700,55, dan Straits Times menguat 7,20 poin (0,22%) ke posisi 3.244,56. (bani)

Related posts