Laba United Tractor Anjlok 25,18% - Kinerja Semester Pertama

NERACA

Jakarta –Diparuh pertama tahun ini menjadi catatan suram bagi kinerja keuangan PT United Tractors Tbk (UNTR). Pasalnya, perseroan mencatatkan laba setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 25,18% menjadi Rp2,3 triliun. Padahal priode yang sama tahun lalu perseroan berhasil membukukan laba sebesar Rp3,08 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Diketahui pendapatan perseroan juga turun pada periode semester pertama tahun ini mencapai 18,65% menjadi Rp24,90 triliun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp30,61 triliun. Beban pokok pendapatan perseroan turun menjadi Rp20,60 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp25,07 triliun. Laba kotor perseroan ikut turun menjadi Rp4,29 triliun hingga semester pertama 2013 dari periode sebelumnya Rp5,53 triliun.

Selain itu, diketahui perseroan membukukan kenaikan beban umum menjadi Rp1,03 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp1 triliun. Pendapatan bersih dari segmen usaha mesin konstruksi turun 40% menjadi Rp8,5 triliun dan memberikan kontribusi sebesar 34% terhadap total pendapatan bersih konsolidasi. Hal ini disebabkan penjualan alat berat Komatsu turun 42% atau menjadi 2.452 unit dari sebelumnya 4.231 unit pada semester pertama tahun 2012.

Sedangkan segmen usaha kontraktor penambangan yaitu PT Pamapersada Nusantara membukukan pendapatan sebesar Rp14,4 triliun, dan memberikan kontribusi sebesar 58% terhadap total pendapatan bersih konsolidasi. Anak perusahaan di bidang pertambangan yang dijalankan oleh PT Prima Multi Mineral dan PT Tuah Turangga Agung mencatat penurunan pendapatan sebesar 44% menjadi Rp2 triliun, dan memberikan kontribusi sebesar 8% terhadap total pendapatan bersih konsolidasi. Penurunan pendapatan ini disebabkan oleh penurunan volume penjualan batu bara sebesar 29% menjadi 2,2 juta ton dan penurunan rata-rata harga jual batu bara.

Hingga akhir Juni 2013, total liabilitas perseroan naik menjadi Rp19,41 triliun dari periode 31 Desember 2012 senilai Rp18 triliun. Ekuitas perseroan naik menjadi Rp32,47 triliun pada 30 Juni 2013 dari periode 31 Desember 2012 senilai Rp32,3 triliun. Kas dan setara kas perseroan naik menjadi Rp5,66 triliun pada 30 Juni 2013.

Penurunan ini kurang sesuai dengan harapan perseroan yang menargetkan penjualan alat berat 5.000 unit pada tahun ini. Sebelumnya Sekretaris Perusahaan PT United Tractors Tbk Sara Lubis pernah bilang, tahun ini menjadi tantangan cukup berat. Karena sektor pertambangan melambat dan kompetisi semakin ketat di penjualan alat berat khususnya non sektor pertambangan.

Menurut dia, sejak akhir tahun lalu perseroan telah melakukan diversifikasi karena permintaan lebih banyak di konstruksi dan perkebunan. Namun saat ini banyak pihak lain yang menawarkan produk tipe kecil untuk sektor konstruksi dan kompetisinya cukup kencang. Perseroan juga berharap penjualan batu bara mencapai 4,5 juta ton pada tahun ini, dan sudah terealisasi hampir setengahnya pada semester I tahun ini yaitu sekitar 2,1 juta ton.“Untuk akuisisi tambang batu bara belum ada prospek ke depan. Kami ingin menemukan spesifik tambang batu bara yang diinginkan dan sangat hati-hati mempertimbangkan resiko. Karena kami mencari tambang batu bara dekat lokasi tambangnya dan memiliki kalori tinggi sekitar 5.800 kalori,”paparnya. (bani)

Related posts