Wapadai Peredaran Uang Palsu - Jelang Lebaran

Kebutuhan uang receh saat menjelang Lebaran meningkat, namun masyarakat harus mewaspadai keberadaan uang palsu. Kebutuhan yang terus meningkat ada sebagian orang memanfaatkan momen seperti sekarang ini, dengan menawarkan uang palsu.

”Menjelang Lebaran ini, diprediksi transaksi penukaran uang semakin meningkat. Atas hal itulah, masyarakat patut waspada dengan ulah sejumlah orang tak bertanggung jawab yang menggunakan uang palsu saat transaksi,” tuturnya Kepala Bidang Humas Polda, Hermasnyah.

Ia mengatakan masyarakat harus hati-hati terhadap ulah orang yang tak bertanggung jawab. Karena, menurut dia, bisa saja ada orang yang memakai uang palsu dalam transaksi penukaran tersebut, khususnya pada penukaran uang di jalan.

Menurut dia, semua pihak harus mewaspadai kemungkinan tersebut, baik pembeli maupun penjual jasa penukaran uang harus sama-sama waspada. “Mungkin penukaran uang di jalan saat ini belum ramai. Tetapi mulai H-10, transaksi makin meningkat tajam dan mulai banyak yang melakukan penukaran uang,” tuturnya.

Penjual jasa penukaran uang pecahan kecil terpantau telah mulai marak dilakoni oleh sejumlah kalangan masyarakat. Kebanyakan mereka menawarkan mata uang dengan pecahan Rp5.000 hingga Rp20 ribu yang dijual seharga Rp110 ribu untuk 20 lembar pecahan Rp5.000 dan lima lembar pecahan Rp20 ribu.

Sebelumnya sepanjang Januari hingga April 2013, BI menemukan 144 lembar uang palsu dengan nilai nominal Rp11.470.000, dalam bentuk pecahan Rp100.000 dan Rp50.000. Uang palsu tersebut merupakan sortiran uang yang masuk dari sejumlah bank yang melakukan penukaran uang ke BI, maupun yang langsung disampaikan ke BI.

Keberadaan uang palsu memang terus menghantui masyarakat, sulit membedakan uang palsu dan asli bagi orang yang belum mengerti bagaimana membedakannya, maka dari penukaran uang sebaiknya di tempat-tempat yang sudah disediakan oleh pemerintah, seperti di bank. Waspada terhadap uang palsu harus di tingkatkan supaya masyarakat tidak dirugikan.

BERITA TERKAIT

GNNT Mampu Hemat Biaya Cetak Uang 10-20%

    NERACA   Subang - Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) hingga saat ini diperkirakan bisa menghemat biaya untuk mencetak uang…

Menperin Pacu Kolaborasi Pengembangan Sektor Industri - Jelang 60 Tahun RI-Jepang

NERACA Jakarta – Hampir enam dekade, Indonesia dan Jepang menjadi mitra strategis dalam upaya pembangunan ekonomi kedua negara. Oleh karena…

Tol Pandaan – Malang Ditargetkan Berfungsi Lebaran 2018

  NERACA Jakarta - PT Jasa Marga Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Pandaan Malang menargetkan proyek Jalan Tol Pandaan-Malang (37,62…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Mengajari Anak Menabung, Berbelanja, dan Berbagi

Oleh: Yulius Ardi Head, Managed Investment Product Standard Chartered Bank   Akhir musim sekolah telah diambang pintu dan anak-anak akan…

Sukuk Bisa Sebagai Alternatif Pembiayaan Daerah

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan penerbitan obligasi berbasis syariah atau sukuk bisa…

Keuangan Syariah: - Akan Stagnan Atau Butuh Terobosan

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad meminta inovasi dan terobosan pelaku industri untuk mengembangkan keuangan syariah, karena tanpa…