BI Gandeng 12 Bank, Layani Penukaran Uang

Sabtu, 03/08/2013

Menjelang Lebaran, biasanya bank-bank di tanah air sibuk dengan aktivitas penukaran uang. Sejumlah masyarakat rela antre menyerbu bank guna mendapatkan pecahan uang yang lebih kecil.

Melihat hal ini Bank Indonesia (BI) gandeng 12 bank layanipenukaran uangreceh di Monas, juga di berbagai kota tanah air. Ajang ini bisa jadi momentum profesional perbankan untuk tatap muka dan dialog dengan nasabah lintas antar bank.

Kebutuhan uang receh setiap menjelang lebaran memang terus meningkat ini bisa kita lihat pada tahun ini saja, sudah 20 hari puasa sudah mulai ramai masyarakat untuk menukaran uang.

Misalnya, uang tunai 1.000.000 rupiah ditukar dengan uang tunai sejumlah yang sama tapi dengan pecahan kecil. Kegunaan uang tunai pecahan kecil ini, untuk dibagikan sebagai salam tempel lebaran kepada sanak-saudara, keponakan, dan anak tetangga di hari-hari lebaran, sebagai bagian dari cara merayakan hari kemenangan setelah berpuasa sebulan penuh.

Sedangkan penukaran uank melalui bank menjadi pilihan dibandingkan penukaran melalui jasa-jasa yang menawarkan penukaran di pingir jalan. Banyak keungulan penukaran di bank.

Aman

Aktivitas penukaran uang baik di bank maupun lewat para penjual di jalanan mengalami peningkatan menjelang Lebaran. Namun menukar uang di jalanan tentu berisiko bagi masyarakat khususnya keamanan dari tindak kejahatan.

Para pegawai mengaku merasa lebih aman dengan menukar langsung uang ke BI. Kekhawatiran akan kejahatan fisik saat menukar uang dapat diredam dengan fasilitas penukaran uang di tempat kerja seperti ini.

"Lebih aman, karena biarpun kita tukar di Monas (penukaran yang juga diorganisir BI), kalau ada orang yang niat jahat kan kita bisa dijadikan sasaran," ujar salah satu pegawai swasta yang tak mau disebutkan namanya.

Di tahun-tahun sebelumnya dirinya sempat merasa kerepotan jika ingin menukar uang saat mendekati lebaran seperti ini. Dia juga menilai penukaran uang ini, membuat dirinya merasa aman dari ancaman tertipu uang palsu. "Hebat BI bisa datang ke kantor. Sehingga masyarakat tak perlu khawatir dengan uang palsu yang bisa jadi beredar di kalangan.penjual uang liar," papar dia.

Pria yang akan pulang kampung ke Wonogiri, Jawa Timur ini, juga merasa untung dengan sistem penukaran langsung yang digelar BI di kantornya. "Kalau kita tukar di luar, di terminal, biasanya dikurangi 10%-20%. Tukar satu juta hanya terima Rp 900 ribu saja," ungkapnya.

Selain dari ancaman uang palsu, dia juga setuju kegiatan BI seperti ini bisa mengurangi risiko kejahatan fisik. Kebanyakan pegawai yang mengantri saat menukar uang berharap BI bisa menyediakan lebih banyak stand penukaran uang serupa di tengah masyarakat.