Menanti Data Inflasi, IHSG Bergerak Fluktuatif

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Senin awal pekan, indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) di tutup terkoreksi 78,407 poin (1,68%) ke level 4.580,467. Sementara Indeks LQ45 ditutup terjun 14,866 poin (1,91%) ke level 762,289, “Indeks BEI ditutup melemah di tengah lesunya perdagangan. Menjelang libur panjang lebaran, tampaknya investor cenderung memilih untuk keluar sementara dari pasar saham,\" kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono di Jakarta, Senin (29/7).

Dia menambahkan, nilai tukar rupiah yang masih melemah terhadap dolar AS juga masih menjadi salah satu faktor negatif bagi pasar saham di dalam negeri. Disisi lain, sebagian pengumuman laporan keuangan emiten semester pertama tampaknya gagal mengangkat pergerakan indeks BEI.

Berikutnya, indeks BEI Selasa diproyeksikan bergerak di kisaran 4.530-4.620 poin. Pelaku pasar juga masih menunggu pengumuman inflasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis (1/8) mendatang.

Pada perdagangan kemarin, aksi jual dilakukan seluruh investor, baik lokal maupun domestik. Transaksi investor asing hingga sore hari ini terpantau melakukan aksi jual bersih (foreign net sell) senilai Rp 358,92 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 94.343 kali pada volume 2,718 miliar lembar saham senilai Rp 3,062 triliun. Sebanyak 53 saham naik, sisanya 214 saham turun, dan 70 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan awal pekan dengan kompak bergerak di zona merah. Investor regional mengantisipasi pertemuan The Federal Reserve pekan ini yang akan membahas soal stimulus AS dengan melepas saham.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 500 ke Rp 23.500, Nipress (NIPS) naik Rp 350 ke Rp 9.150, United Tractor (UNTR) naik Rp 100 ke Rp 16.500, dan Charoen Pokphand (CPIN) naik Rp 75 ke Rp 4.350.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 2.250 ke Rp 81.000, Unilever (UNVR) turun Rp 1.150 ke Rp 31.800, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 900 ke Rp 43.000, dan Mayora (MYOR) turun Rp 700 ke Rp 32.200.

Hal yang sama juga terjadi pada perdagangan sesi I, dimana indeks BEI ditutup jatuh 63,806 poin (1,37%) ke level 4.595,068. Sementara Indeks LQ45 anjlok 11,697 poin (1,51%) ke level 765,458. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa kompak melemah, rata-rata koreksinya lebih dari satu persen. Saham-saham unggulan berbasis konsumer terkena koreksi paling dalam.

Aksi jual dilakukan seluruh investor, baik lokal maupun domestik. Transaksi investor asing hingga siang hari ini terpantau melakukan aksi jual bersih dengan nilai belum terlalu tinggi. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 51.984 kali pada volume 1,286 miliar lembar saham senilai Rp 1,506 triliun. Sebanyak 39 saham naik, sisanya 191 saham turun, dan 69 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 500 ke Rp 23.500, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 200 ke Rp 83.450, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 150 ke Rp 25.700, dan MNC (MNCN) naik Rp 75 ke Rp 3.075.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.100 ke Rp 31.850, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 750 ke Rp 43.150, Indocement (INTP) turun Rp 650 ke Rp 21.150, dan Matahari (LPPF) turun Rp 450 ke Rp 11.650.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 9,77 poin atau 0,21% ke posisi 4.649,10. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 4,34 poin (0,56%) ke level 772,81, “Pergerakan IHSG BEI masih mencermati laporan sejumlah kinerja perusahaan berkapitalisasi besar dimana rencananya Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Central Asia (BBCA) akan mengumumkannya sore ini,\" kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Dia menambahkan, Group Astra juga dijadwalkan akan mengumumkan hasil kinerja semester I pada pekan ini. Kondisi itu, diproyeksikan membuat fluktuasi indeks BEI akan cenderung bergerak mendatar.

Kepala Riset PT Trust Securities, Reza Priyambada menambahkan, perdagangan saham awal pekan ini tekanan jual masih akan berlanjut. Dari pola teknikal, pergerakan IHSG masih memungkinkan untuk melemah.\"Secara teknikal IHSG akan berada di level support di 4.624-4.642 poin dan resistance di 4.682--4.732 poin. Dari pola yang ada masih memungkinkan melemah namun, kita harapkan dalam tahap terbatas,\" katanya.

Oleh karena itu, dirinya merekomendasikan beberapa saham diantaranya, yakni Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Malindo Feedmill Tbk (MAIN), Holcim Indonesia Tbk (SMCB), dan PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI).

Tercatat bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 156,95 poin (0,71%) ke level 21.812,00, indeks Nikkei-225 turun 347,69 poin (2,45%) ke level 13.783,50, dan Straits Times melemah 15,41 poin (0,48%) ke posisi 3.220,71. (bani)

Related posts