Paruh Pertama, Penjualan Multi Bintang Naik 21,17%

NERACA

Jakarta- PT Multi Bintang Indonesia (MLBI) mencatatkan penjualan bersih pada semester pertama 2013 mengalami kenaikan 21,17% menjadi Rp2,09 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,72 triliun. Dari pencapaian penjualan tersebut, perseroan mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp690,35 miliar, atau naik 20,07% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp574,94 miliar.

Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan yang diterbitkan di Jakarta, Senin (29/7). Disebutkan, beban pokok penjualan perseroan naik menjadi Rp749,30 miliar hingga semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp660,63 miliar. Laba bruto perseroan naik menjadi Rp1,34 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp1,06 triliun.

Beban pemasaran dan penjualan naik menjadi Rp337,90 miliar hingga semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp269,61 miliar. Beban umum dan administrasi perseroan naik menjadi Rp81,88 miliar hingga semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp41,05 miliar. Pendapatan keuangan perseroan turun menjadi Rp6,56 miliar hingga semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp10,72 miliar.

Laba per saham menjadi 32.765 pada 30 Juni 2013 dari periode 30 Juni 2012 sebesar 27.287. Aset perseroan naik menjadi Rp1,59 triliun pada 30 Juni 2013 dari periode 31 Desember 2012 sebesar Rp1,15 triliun. Kas dan setara kas perseroan naik menjadi Rp358,17 miliar hingga semester pertama 2013 dari periode 31 Desember 2012 sebesar Rp99,12 miliar.

Untuk mendukung kinerjanya tahun ini, perseroan berencana membangun dan pengembangan pabrik (brewer) di Surabaya dan Jakarta. Rencananya, pembangunan pabrik dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi, “Kami telah menyiapkan dana pengembangan pabrik sejak dari 2009, kami harapkan dapat selesai tahun ini,” kata President Director Multi Bintang Indonesia Leonard Evers.

Untuk aksi korporasi ini, perseroan menganggarkan dana belanja modal (capital expanditure/capex) sebesar Rp426,5 miliar. Menurut Leonard, dana tersebut merupakan anggaran sejak 2009 yang digunakan untuk pengembangan pabrik. Selain itu, pihaknya juga berencana untuk mengendalikan biaya produksi akuntabilitas perseroan.

Sebagai informasi, hingga saat ini perseroan belum berencana melalukan pemecahan nilai nominal saham (stock split), meski harga per sahamnya terbilang mahal.\"Kami belum akan melakukan stock split, kita belum bisa bicarakan,\" kata Direktur PT Multi Bintang Indonesia Tbk, Michael Chin.

Menurutnya, keputusan stock split tergantung dengan pemegang saham mayoritas perseroan. Jika pemegang saham izinkan melakukan pemecahan saham, maka perseroan akan melakukan stock split. \"Hingga saat ini pemegang saham kami belum ada niatan untuk memecah nilai nominal saham,\" ucap Michael.

Harga saham MLBI saat ini sebesar Rp1,4 juta dan sahamnya terlihat tidak ada pergerakan. (lia)

BERITA TERKAIT

Sejumlah Brand Sukses Jadi Yang Pertama

    NERACA   Jakarta – Tras N Co Indonesia bekerjasama dengan Infobrand.id menghadirkan penghargaan kepada sejumlah brand yang terbukti…

Lewat LinkAja, BNI Syariah Incar Fee Based Naik 52%

    NERACA   Jakarta - PT. BNI Syariah mengincar pendapatan berbasis komisi dapat meningkat hingga 52 persen menjadi Rp115…

Volume Produksi Naik - DOID Yakin Pendapatan Capai US$ 950 Juta

NERACA Jakarta – Kembali menggeliatnya industri batu bara menaruh harapan besar PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) bisa membukukan kinerja…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…