Kemenperin Dorong IKM Berbasis Bioteknologi - Ciptakan Desa Industri Mandiri

NERACA

Gorontalo - Pengembangan Industri Kecil dan Menengah berbasis bioteknologi terus ditingkatkan dengan tujuan terciptanya Desa Industri Mandiri (DIM) melalui berbagai inovasi teknologi yang mampu memberikan percepatan produk pangan yang dihasilkan masyarakat desa tersebut.

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian, Euis Saedah mengungkap program itu dimaksudkan untuk mendorong tingkat kesejahteraan masyarakat di pedesaan masih rendah, dan dilatarbelakangi oleh masih banyak potensi desa yang belum didayagunakan secara optimal, rendahnya kualitas sumber daya manusia di pedesaan, rendahnya aksesibilitas masyarakat pedesaan dalam memperoleh pelayanan dasar untuk mengembangkan usaha ekonomi seperti sumber pembiayaan, informasi, dan teknologi, terbatasnya infrastruktur yang mendukung pengembangan desa.

“Pengembangan Desa Industri Mandiri dengan tujuan menyelesaikan persoalan kebutuhan dasar warganya dengan mendayagunakan dan mengoptimalkan potensi sumber daya ekonomi (perikanan, pertanian, peternakan, perikanan, industri kecil dan lain-lain), sosial, dan lingkungan hidup untuk kesejahteraan masyarakatnya secara mandiri,\" jelas Euis di sela sela acara panen raya sebagai momen peluncuran gerakan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan IKM Mikrobiologi untuk meningkatkan produksi budidaya pangan di Gorontalo, Senin (29/7).

Lebih jauh lagi Euis memaparkan pemanfaatan bioteknologi untuk mendukung ketahanan pangan yang memiliki peran besar dalam membangun ketahanan pangan nasional mulai dari hulu hingga hilir. Aplikasi bioteknologi di mulai dari proses produksi bahan pangan di lahan yang ditujukan untuk menghasillkan bahan pangan dalam kuantitas dan kualitas tinggi.

\"Bioteknologi dapat melibatkan mikroba atau agen biologi tertentu untuk meningkatkan produktivitas hasil panen sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat desa tersebut,\" jelasnya.

Untuk itu,ujar Euis Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan pangan berbasis bioteknologi. Potensi pangan lokal Indonesia yang saat mulai banyak digali diharapkan dapat mendukung kemandirian pangan Indonesia. Upaya pengkajian, pengembangan, serta promosi yang terintegrasi dan berkelanjutan diharapkan terus dilaksanakan demi mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Ditempat yang sama,Gubernur Gorontalo Rusli Habibie sangat tertarik dengan padi organik menggunakan pupuk marolis. Untuk mengatasi kondisi yang sulit akibat pengunaan sarana pengendalian yang berbahan kimia, maka sangat diperlukan bahan penganti untuk pupuk dan pestisida kimia dengan mengunakan bahan-bahan alami yang banyak tersedia disekitar kita serta ramah lingkungan. \"Pertanian organik merupakan bentuk praktis dari kepedulian kita semua terhadap alam. Dengan demikian kita sudah berpartisipasi dalam kepedulian terhadap anak cucu kita yang terbebas dari bahan kimia,\" jelasnya.

Rusli Habibie menambahkan, pertanian organik seperti penanaman padi organik yang barusan kita lakukan ini merupakan bentuk praktis dari gerakan petani dalam mewujudkan tanaman yang terbebas dari bahan kimia. Oleh sebab itu, pencanangan penanaman padi organik ini merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi kesulitan akibat pengunaan sarana pengendalian berbahan kimia, serta melestarikan agroekositem usaha tani sehingga dapat menaikkan produksi, khususnya produksi padi di Gorontalo, yang aman untuk dikonsumsi.

Gubernur terpilih ini juga mengakui bahwa saat ini Provinsi Gorontalo memprioritaskan ekonomi kerakyatan yang di dalamnya termasuk pengembangan pertanian dan peternakan. “Salah satu program prioritas adalah ekonomi kerakyatan dan untuk mewujudkan ini salah satunya melalui pengembangan pertanian dan peternakan,” ungkap Habibie.

Gubernur juga berharap agar menggunakan teknologi ini dengan baik guna meningkatkan kesejahteraan. Mengapa demikian ? “karena 60 % masyarakat Gorontalo adalah petani dan nelayan, sehingga pemprov wajib memberi fasilitas di bidang itu,” tutupnya.

Related posts