Astra Graphia Catatkan Laba Rp71,73 Miliar

NERACA

Jakarta- PT Astra Graphia Tbk (ASGR) mencatatkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga semester pertama 2013 sebesar Rp71,73 miliar, atau hanya naik tipis 1,97% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp70,35 miliar. Perseroan mencatatkan pendapatan naik 6,06% menjadi Rp966,41 miliar hingga semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp911,15 miliar.

Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan yang diterbitkan di Jakarta (29/7). Disebutkan, beban pokok pendapatan perseroan naik menjadi Rp688,07 miliar hingga semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp653,28 miliar. Laba bruto perseroan naik menjadi Rp278,35 miliar pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp257,86 miliar.

Perseroan memperoleh penghasilan lain-lain naik menjadi Rp3,91 miliar pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp1,31 miliar. Meski demikian, perseroan mencatatkan beban penjualan naik menjadi Rp91,81 miliar hingga 30 Juni 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp88,40 miliar. Beban umum dan administrasi perseroan naik menjadi Rp90,79 miliar pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp76,92 miliar.

Laba per saham dasar dan dilusi naik menjadi Rp53,19 pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp52,16. Total liabilitas perseroan naik menjadi Rp696,14 miliar pada 30 Juni 2013 dari periode 31 Desember 2012 senilai Rp606,91 miliar. Ekuitas perseroan turun menjadi Rp619,75 miliar pada 30 Juni 2013 dari periode 31 Desember 2012 senilai Rp633,01 miliar. Kas dan setara kas perseroan turun menjadi Rp133,57 miliar pada 30 Juni 2013 dari periode 31 Desembe 2012 senilai Rp53,29 miliar.

Dalam rencana bisnisnya, anak usaha grup Astra ini membidik pertumbuhan pendapatan 20% hingga akhir tahun 2013. Karena itu, manajemen perseroan mengaku akan berupaya untuk mengoptimalkan 29 kantor cabang dan 81 titik layanan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Sehingga pada tahun ini perseroan belum akan menambah jaringan distribusi lainnya.

Direktur Keuangan Astra Graphia, Calvin Lim mengatakan, selain mengoptimalkan kinerja kantor cabang, perseroan juga akan fokus pada peningkatan pelayanan produk yang sudah ada dan membuat produk layanan baru. Salah satunya, fasilitas BBM Money fase kedua yang akan memiliki fitur baru, seperti pembayaran kartu kredit dan listrik, dan cash-out.

Rencananya, perseroan akan mengembangkan bisnis teknologi informasi yang ditaksir mengalami pertumbuhan lebih besar dari sebelumnya 45% menjadi 50%. Untuk mendukung pengembangan usaha tersebut, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar kurang lebih Rp 300 miliar. “Sumber dana kita dapat dari kas internal dan pinjaman perbankan kita masih ada Rp 500 miliar dari 7 bank swasta dan luar negeri,” jelasnya. (lia)

Related posts