Dampak Positif Program Pangan Jajanan Anak Sekolah

Program Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) terus mengalami peningkatan setiap tahun, ini bisa kita lihat dimana PJAS yang memenuhi syarat (MS) pada tahun 2008-2010 sebesar 56-60%, meningkat menjadi 65% di tahun 2011, dan 76% pada tahun 2012.

Perubahan ini tidak luput dari edukasi yang terus dilakukan pemerintah kepada sekolah-sekolah, edukasi dan pendekatan mengenai jajanan sekolah yang layak untuk dikonsumsi dan aman bagi anak-anak. Sejauh ini sudah ada 31.000 pengelola kantin telah terpapar Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) keamanan pangan.

Untuk mendukung KIE harus melibatkan semua pihak di sekolah seperti guru SD yang tidak hanya memberikan pendidikan intelektual, namun juga memperhatikan kesehatan murid-muridnya, termasuk jajanan yang dijajakan di sekolah. Jika para siswa tidak sehat secara jasmani, intelektualitas mereka juga tidak akan optimal sesuai harapan.

Sekolah diharapkan melakukan program perbaikan kantin dalam rangka mendukung peningkatan mutu pangan jajanan anak SD, salah satu caranya yaitu dengan memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Para guru dapat mengajak orangtua siswa dan komite untuk turut mendukung program keamanan pangan sekolah. Selain itu, guru juga dapat membina kantin dan pengelola kantin agar dapat menyediakan pangan jajanan yang aman, bermutu, dan bergizi.

Dengan membangun kesadaran semua anggota komunitas sekolah akan keamanan pangan jajanan yang aman, bermutu, dan bergizi, diharapkan masyarakat dapat dengan cerdas memilih sendiri pangan yang dikonsumsi.

Masyarakat juga harus mengetahui dampak makanan yang ditimbulkan oleh bahan berbahaya yang disalahgunakan dalam makanan, seperti rhodamin B, methanyl yellow, formalin, dan borax.

Selain itu, para peserta juga mendapatkan tips mengenai cara mengedukasi dan mengarahkan anak didiknya untuk mengonsumsi jajanan yang sehat, dan memberikan motivasi kepada guru untuk memperhatikan kesehatan anak didiknya secara psikologis, misalnya dengan mengunakan permainan yang mudah diingat dan diterapkan oleh guru SD/MI.

Dengan terbangunya kemandirian komunitas sekolah dalam keamanan pangan, khususnya PJAS di sekolah, maka diharapkan makanan yang dikonsumsi oleh anak sekolah aman, bermutu, dan bergizi, demi terbentuknya sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas.

BERITA TERKAIT

Pertumbuhan Ekonomi Belum Merata - Oleh ; Edy Mulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Beberapa waktu lalu Badan Pusat Statistik (BPS) merilis ekonomi kwartal III 2018 tumbuh 5,17%. Data itu juga menyebutkan kontribusi terbesar…

Program CSR Bukan Hal Mudah Bagi Perusahaan

Dewasa ini kerap digelar acara pemberian penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai telah menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate…

Dekonsolidasi Positif Bagi Meikarta dan LPCK

NERACA Jakarta – Aksi korporasi PT Lippo Cikarang Tbk mendekonsolidasi PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), pengembang proyek mega properti Meikarta…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Indonesia Hadapi Tiga Beban Penyakit

Indonesia kini tengah memasuki masa transisi epidemiologi. Kondisi ini membuat Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta masyarakat untuk mewaspadai segala jenis…

Kemenkes Bantah Ada Wabah Japanese Encephalitis di Bali

Kementerian Kesehatan membantah penyakit Japanese Encephalitis (JE) telah mewabah di Bali. Menurut Kemenkes, ada kesalahan informasi tentang situasi penyakit JE…

Tips Seks yang Sebaiknya Tak Dicoba

Seks selalu jadi hal yang menyenangkan untuk dieksplorasi bersama pasangan. Semua menginginkan hubungan intim yang memuaskan dan tak terlupakan. Sebagian…