Kalbe Farma Siapkan Capex Rp 1 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) pada tahun 2014 menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 1 triliun. Jumlah ini lebih kecil 50% dari tahun ini yaitu Rp 1,5 triliun.

Menurut Direktur PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius, berkurangnya nilai belanja modal perseroan pada tahun depan karena perseroan telah melakukan sebagian besar investasi pada 2013. Investasi yang telah diselesaikan pada 2013 diantaranya perseroan telah menyelesaikan pabrik onkologi, dan menyelesaikan beberapa pembangunan cabang baru di Banjarmasin dan Solo.\"Komposisi alokasi belanja modal perseroan sekitar 30% untuk obat farmasi, 30% untuk distribusi dan sisanya consumer health dan nutrisi. Selain itu dana belanja modal kami berasal dari kas internal,”ujarnya di Jakarta kemarin.

Selain itu, untuk mendanai ekspansi usaha perseroan yang cukup besar, pihaknya menyatakan belum mempertimbangkan untuk menerbitkan obligasi untuk mendanai ekspansi usaha.

Hal ini dikarenakan perseroan masih memiliki kas cukup besar untuk mendanai ekspansi usahanya. Sebelumnya perseroan juga menyatakan bahwa dengan nilai rupiah saat ini yang tertekan oleh dolar, cukup berdampak pada pada keuangan perseroan hingga empat bulan ke depan.

Hal ini disebabkan bahan baku pembuatan obat diimpor perseroan dari luar negeri yang dibayar dengan dolar,”Namun, saat ini cadangan bahan baku kami masih terbilang banyak dan perseroan juga masih mempunyai stok dolar AS. Pergerakan nilai rupiah saat ini masih bergejolak tapi belum terganggu, mungkin tiga atau empat bulan lagi,”tandasnya.

Meskipun memiliki cadangan dolar dan bahan baku, perseroan masih berharap nilai tukar rupiah agar tetap terjaga tidak sampai naik tinggi di atas Rp 10.000 agar pengeluaran belanja untuk bahan baku tidak membengkak. Selain itu dia optimis kondisi ekonomi makro Indonesia dapat lebih baik sehingga perseroan tidak perlu membuat strategi khusus menghadapi kondisi rupiah yang labil.

Optimis Membaik

Hingga saat ini perseroan terus memonitor pergerakan rupiah. Perseroan juga optimis kinerjanya dapat berjalan dengan baik dan setelah lebaran rupiah kembali bergerak normal. Hingga kuartal pertama 2013, perseroan berhasil membukukan kas senilai Rp 1,88 triliun dari periode 31 Desember 2012 sebesar Rp 1,85 triliun.

Sebelumnya, perseroan menyatakan bahwa PT Ladang Ira Panen telah menjual saham perseroan mencapai 3,5juta lembar saham. Harga jualnya berada dikisaran Rp1.460-Rp1.490 dan diperkirakan dapat meraup dana mencapai Rp 5,215 miliar.

Pada RUPS Mei lalu, perseroan memutuskan akan menarik seluruh saham yang telah dibeli kembali (treasury stock) sekitar 3,90 miliar saham atau setara 7,7% dari modal disetor perseroan. Menurut Vidjongtius, setelah mempertimbangkan posisi keuangan internal yang cukup kuat, potensi pembiayaan eksternal, serta untuk memaksimalkan nilai bagi pemegang saham, perseroan yakin penarikan treasury stock merupakan keputusan terbaik bagi Perseroan dan pemegang saham.\"Penarikan kembali ini tidak akan mempengaruhi posisi keuangan Perseroan sekarang. Perseroan akan mempertahankan tingkat laba bersih per saham dan tingkat rasio laba terhadap ekuitas dan laba terhadap aset yang optimal bagi pemegang saham\", jelas dia.

Dengan langkah penarikan kembali atas saham yang telah dibeli oleh Perseroan, maka modal disetor Perseroan yang sebelumnya berjumlah 50,780 miliar lembar saham dengan nilai nominal Rp 507,8 miliar akan berkurang 7,7% menjadi 46,87 miliar lembar saham dengan nilai nominal Rp468,75 miliar. (nurul)

Related posts