BI : Bahaya Overheating Ekonomi Selalu Ada

BI : Bahaya Overheating Ekonomi Selalu Ada

Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengakui terus menjaga perekonomian nasional agar tetap tumbuh dan terhindar dari kondisi overheating. Karena itu perlu diawasi ketat agar demand tidak terlalu cepat. "Bahaya overheating itu selalu ada kalau kegiatan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi berjalan terlalu cepat daripada kapasitas ekonomi,” kata Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono kepada wartawan di Jakarta,2/7.

Oleh karena itu, kata Hartadi lagi, BI melakukan beberapa upaya, termasuk berusaha menangkal overheating ini dengan mendorong kucuran ke sektor riil untuk membangun kapasitas produksi. "Nah nanti kita lihat, kredit-kredit mana yang sudah berbahaya dan akan diarahkan ke sektor-sektor yang membangun kapasitas produksi dalam menjaga perekonomian," tambahnya.

Lebih jauh Hartadi menambahkan hal tersebut menjadi sangat penting, jangan sampai kucuran kredit lebih banyak untuk kredit konsumsi, yang menjadi berbahaya karena tidak menambah kapasitas produksi nasional. "Itu dilihat kredit larinya ke mana. Nah nanti kita lihat, kredit-kredit mana yang sudah berbahaya dan akan diarahkan ke sektor-sektor yang membangun kapasitas produksi," tambahnya

Dia menambahkan peningkatan kapasitas produksi sangat perlu dilakukan karena ini menopang target pertumbuhan ekonomi dapat dicapai tanpa terjadi overheating. Sehingga besarnya permintaan bisa dipenuhi dengan ketersediaan suplai. " Itu kalau demand lebih cepat dari suplai, itu yang harus kita jaga," jelasnya.

Yang jelas, kata Hartadi, saat ini pemerintah telah memulai program-program pembangunan infrastruktur dalam meningkatkan kapasitas produksi, seperti Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). "Jadi kita lihat untuk melihat investasi-investasi dari masing-masing koridor. Nah kalau kapasitas produksi itu baik, tujuan ekonomi yang mau dicapai tujuh persen itu tidak akan overheating. Tapi kalau tidak 6,5 persen saja sudah goyang," imbuhnya. *cahyo

BERITA TERKAIT

Prospek Ekonomi Digital

Beberapa tahun lalu kita belum membayangkan sopir taksi dapat mengemudikan mobilnya sendiri tanpa terikat formal bekerja di perusahaan taksi konvensional,…

Presiden Kelima Indonesia - Negara Kuat Jika Pancasila Selalu Diajarkan

Megawati Soekarno Putri  Presiden Kelima Indonesia Negara Kuat Jika Pancasila Selalu Diajarkan Tondano - Presiden Kelima Indonesia Megawati Soekarno Putri…

Integrasi Ekonomi Jadi Penantian Lama ASEAN

Oleh: Roy Rosa Bachtiar Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang telah diluncurkan pada 31 Desember 2015 sebagai tipe baru integrasi ekonomi…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Menkeu Harap Swasta Makin Banyak Terlibat di Infrastruktur

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap makin banyak pihak swasta yang terlibat dalam pembangunan…

Menggenjot Skema KPBU di Sektor Pariwisata

    NERACA   Jakarta - Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang tumbuh secara masif di tahun ini. Bahkan,…

BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Layanan Digital

      NERACA   Jakarta - Era digital menuntut semua pihak untuk dapat memenuhi tuntutan pelanggan dengan mudah dan…