Regulator Dorong Peran Perempuan dan Anak - Bangun Ekonomi Bangsa

NERACA

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong peran perempuan dan anak Indonesia dalam pembangunan ekonomi bangsa maka diperlukan langkah strategis. Oleh karena itu, regulator dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menandatangni nota kesepemahaman tentang peningkatan literasi keuangan dan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan bagi perempuan dan anak.

“Tugas kita (OJK) mensosialisasikan dan menciptakan paket-paket yang cocok untuk para ibu, karena mereka bervariasi aktivitasnya. Mulai dari majelis taklim hingga pengrajin,” kata Direktur Komunikasi dan Hubungan Internasional OJK, Gonthor Ryantori Aziz di Jakarta, Jumat. Dia juga menjelaskan, bentuk produk yang akan dibuat OJK mulai dari print materiil, film singkat, dan seminar-seminar tentang produk keuangan untuk perempuan.

Adapun materi kontennya akan dikerjakan bersama industri-industri keuangan yang sesuai dengan bidangnya masing-masing. Dengan begitu harapannya perempuan bukan hanya mengenal macam-macam produk keuangan. Tapi juga ikut menggunakannya sebagai bentuk keterlibatan dalam pembangunan ekonomi nasional.

“Kalau asuransi misalnya, kan banyak orang yang belum mengenal juga. Jadi nanti kita minta teman-teman dari industri untuk mendesain satu program edukasi bersama OJK agar bisa dipahami. Kemudian begitu juga dengan produk investasi yang sedang banyak-banyaknya dipromosikan. Perlu juga edukasi untuk berhati-hati memilih produk agar terhindar dari kemungkinan rugi pada masa yang akan datang,” tutur Gonthor.

Di tempat yang sama, Menteri KPPPA, Linda Amalia Sari Gumelar, mengaku bila kerja sama ini merupakan bagian tugas dari KPPPA tentang bagaiamna mengadvokasi dan koordinasi spesifik untuk gender dan perlindungan perempuan. Juga sebagai bentuk cara KPPPA mengedukasi masyarakat yang berjejaring dalam organiasai perempuan agar mereka bisa terlindungi sebagai konsumen.

Menurut Linda Gumelar, pemahaman literasi ekonomi untuk perempuan ini juga merupakan langkah pematangan UKM di Indonesia khususnya di daerah-daerah. Dia bilang hampir 80% penggerak UKM adalah perempuan dan penunjangnya lebih dari 50 juta jiwa. “Artinya, ini merupakan satu kekuatan bagaiamana mereka juga bisa terlindungi dari pengelolaan manajemen keuangan yang mereka lakukan itu,” tukasnya. [lulus]

BERITA TERKAIT

Bukalapak Membuka Kesempatan Perempuan Berkarya - Lewat Festival Srikandi Nusantara

Dalam rangka pemberdayaan ekonomi dan membuka luas partisipasi perempuan dalam industri bisnis, Bukalapak selalu konsisten hadir dan memdukung penuh pemberdayaan…

ACT Bangun Kembali Hunian Nyaman Terpadu di Sigi

ACT Bangun Kembali Hunian Nyaman Terpadu di Sigi NERACA Jakarta - Hunian Nyaman Terpadu (Integrated Humanity Shelter/ICS) kembali dibangun di…

Volkswagen-Ford Berunding Mobil Listrik dan Swakemudi

Volkswagen AG dan Ford Motor Co tengah melakukan pembicaraan terkait kemungkinan kerjasama untuk mengembangkan kendaraan swakemudi dan listrik dalam sebuah…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Jagung Datang Peternak Ayam Merasa Senang

  NERACA   Malang - Peternak ayam mandiri di Wilayah Malang, Jawa Timur merasa senang dan berterima kasih atas bantuan…

Program B20 Mampu Tekan Impor Solar 4.000 kl/hari

      NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya…

Pasokan Pangan jadi Kunci Keberhasilan Jaga Inflasi

    NERACA   Jakarta - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terus melakukan upaya-upaya menjaga angka inflasi agar sesuai target.…