Penjualan Turun Kerek Laba Medco Capai 50%

NERACA

Jakarta –Disemester pertama tahun ini, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatatkan penurunan penjualan sekitar 6,73% dan mengakibatkan laba tahun berjalan turun hampir 50% menjadi US$7,51 juta dari periode sama tahun sebelumnya mencapai US$14,9 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta kemarin.

Disebutkan, penjualan dan pendapatan perseroan turun sekitar 6,73% menjadi US$428,52 juta hingga semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya US$459,48 juta. Beban pokok penjualan dan biaya langsung lainnya turun menjadi US$240 juta pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya US$241,90 juta.

Laba per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi 0,0017 pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya 0,0038. Perseroan juga mencatatkan laba kotor turun menjadi US$188,52 juta pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya US$217,58 juta.

Selain itu, perseroan mencatatkan rugi kurs senilai US$888,87 ribu dari periode sama tahun sebelumnya untung US$7,47 juta. Kerugian atas penurunan nilai aset naik menjadi US$11,01 juta pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya US$9,12 juta.

Total liabilitas perseroan turun menjadi US$1,75 miliar pada 30 Juni 2013 dari periode 31 Desember 2012 sebesar US$1,81 miliar. Ekuitas perseroan turun menjadi US$827,24 juta pada semester pertama 2013 dari periode 31 Desember 2012 senilai US$843,22 juta. Kas dan setara kas perseroan turun menjadi US$403,30 juta pada 30 Juni 2013 dari periode 31 Desember 2012 senilai US$523,65 juta.

Rencananya dalam waktu dua tahun kedepan, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) akan terus berupaya untuk meningkatkan produksi minyak dan gas setiap tahunnya. Sebelumnya, Direktur Utama & CEO Medco Energi Lukman Mahfoedz menyatakan, beberapa proyek utama perseroan telah mengalami kemajuan yang signifikan. Karenanya, pihak perseroan akan terus berupaya tingkatkan produksi migasnya di dalam dan luar negeri.“Saat ini dalam tahap penyelesaian proyek-proyek utama dan juga melalui akuisisi aset migas, baik di Indonesia maupun luar negeri untuk meningkatkan pendapatan. Pada proyek pengembangan gas Senoro saat ini sudah mencapai 13,5% dan pembebasan lahan telah diselesaikan,” ujarnya.

Sementara itu, tambahnya, pembangunan kilang Donggi Senoro LNG telah mencapai 85%, lebih cepat 10% dari target awal dan diharapkan dapat mulai berproduksi pada triwulan keempat 2014. Proyek pengembangan gas Block A juga menunjukkan kemajuan yang berarti dengan selesainya proses tender EPC dan negosiasi ulang harga jual gas ke PIM dalam tahap finalisasi. (nurul)

Related posts