Rekomendasi Saham Awal Pekan Ini - Trading UNVR, MAIN dan TAXI

NERACA

Jakarta- Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan kemarin berakhir di level 4658,87 atau bergerak melemah setelah sempat menyentuh level tertingginya 4.700,14. Diproyeksi, laju IHSG masih memungkinkan melemah dengan target support 4624-4642 dan resistance di level 4685-4732. Meski demikian, pelaku pasar dapat mempertimbangkan empat saham untuk diakumulasi awal pekan ini.“IHSG berpola menyerupai three black crows di atas middle bollinger bands (MBB). MACD bergerak turun dengan histogram positif yang memendek. RSI, William\\\'s %R, dan Stochastic mulai menjauhi area overbought.” kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Minggu (28/7).

Menurut dia, laju IHSG tidak berbeda dengan sehari sebelumnya, setelah gagal bertahan di target resisten 4695-4748, IHSG melemah dan berada pada kisaran target support 4634-4681 yang mengindikasikan tekanan jual masih berlanjut. “Dari pola yang ada masih memungkinkan melemah, namun kita harapkan dalam tahap terbatas.” ujarnya.

Dalam kondisi ini, sambung dia, pelaku pasar dapat mempertimbangkan empat saham untuk diakumulasi awal pekan ini. Keempat saham tersebut yaitu PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB), dan PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI).

Trading buy untuk saham UNVR, kata dia, dipertimbangkan dengan target support 32400-32550 dan resistance 33150-33550, berpola bullish harami di atas middle bollinger bands (MBB). Sementara untuk saham MAIN memiliki target support 3350-3425 dan resistance 3475-3500, “Spinning melampaui MBB. RSI stochastic.” ucapnya.

Adapun saham SMCB diproyeksi melaju dengan target support 2675-2725 dan resistance 2775-2825, piercing line di atas MBB, dan saham TAXI yang diproyeksi memiliki target support 1470-1490 dan resistance 1530-1540 dengan pola Inverted hammer. Stochastic upreversal.

Selain saham-saham tersebut, dia menyarankan pelaku pasar mencermati saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), dan PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) untuk menerapkan strategi buy. Sementara strategi jual (trading sell) dapat diterapkan pada saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) jika 365 gagal bertahan, dan PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) jika 3925 gagal bertahan.

Sebagai informasi, transaksi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan kemarin ditutup melemah akibat aksi ambil untung investor. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 15,243 poin (0,33%) ke level 4.658,874. Sementara Indeks LQ45 turun 1,924 poin (0,25%) ke level 777,155.

Kata analis Sinarmas Sekuritas, Christandi Rheza Mihardja,dari dalam negeri, kekhawatiran terhadap defisit neraca berjalan dan pelemahan rupiah masih akan memberikan tekanan terhadap indeks BEI disamping aksi jual investor asing. Dia menambahkan, dari pola yang ada masih memungkinkan indeks BEI bergerak dalam tahap terbatas. Diharapkan dapat bergerak positif pada awal pekan ini. (lia)

BERITA TERKAIT

Dukung Penyebaran Saham - Berlina Berikan 12 Juta Saham Ke Karyawan

NERACA Jakarta – Dukung pertumbuhan investor di pasar modal, PT Berlina Tbk (BRNA) berencana menerbitkan hak opsi grant 2 dalam…

Rencanakan Buyback Saham - CIMB Niaga Siapkan Dana Rp 25 Miliar

NERACA Jakarta – Agenda rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), selain memutuskan pembagian dividen…

Saham Mahaka Media Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta – Di balik melorotnya performance kinerja keuangan PT Mahaka Media Tbk (ABBA) di tahun 2018, justru kinerja harga…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…