Optimis Pendapatan Tembus Rp13 Triliun - Kinerja Mitra Pinasthika

NERACA

Jakarta-Manajemen PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) meyakinkan pertumbuhan kinerja perseroan masih akan tetap solid pada semester kedua 2013. Perseroan optimistis dapat memenuhi target pendapatan Rp13,3 triliun atau naik sekitar 28% dari pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp 10,7 triliun.“Target revenue 2013 sebesar Rp13,3 triliun, dan laba bersih Rp540 miliar dengan kontribusi yang masih sama, yaitu distribusi, rental, dan jasa keuangan.” kata Direktur Keuangan MPMX Troy Parwata di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dari pencapaian kinerja perseroan di semester pertama 2013, distribusi sepeda motor menyumbang sebesar 75%, bisnis pelumas sepeda motor yang dikelola PT Federal Karyatama sebesar 11%, dan bisnis rental kendaraan 7%, sedang sisanya dari bisnis jasa keuangan.

Pihaknya optimistis target pendapatan dan laba bersih tahun ini tidak akan terganggu meskipun terdapat kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi dan tingkat suku bunga. Pasalnya, secara historis penjualan sepeda motor perseroan tidak pernah terimbas kenaikan harga BBM bersubsidi.“Kami yakin dampaknya hanya sementara karena sebagian telah terdiskon sebelumnya. Selain itu sepeda motor telah menjadi kebutuhan primer.” kata Direktur Utama Mitra Pinasthika Mustika, Tossin Himawan.

Tossin menyebutkan, bisnis penjualan motor Honda pada semester pertama tahun ini naik 26% dengan penjualan sebanyak 447.578 unit dari periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 355.758 unit. Targetnya, bisnis ini masih akan tumbuh 17% menjadi 862.600 unit.

Kontribusi terbesar dari penjualan motor perseroan, sambung dia, berasal dari wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. “Jatim dan NTT memiliki struktur ekonomi yang kuat karena sumber ekonominya beragam. Itu sebabnya dengan tingkat daya beli yang kuat, penjualan motor kita di wilayah ini selalu lebih baik daripada nasional,” jelasnya.

Sewa Kendaraan

Sementara untuk bisnis sewa kendaraan, perseroan menargetkan dapat menambah jumlah armada MPMRent dari target awal 12.000 unit menjadi 14.000 sampai 15.000 unit mobil sewa. Rencananya, dalam waktu dekat stasiun penyediaan mobil rental MPMRent akan hadir di Surabaya dan Balikpapan. Sedangkan untuk Banjarmasin baru akan terealisasi pada Januari 2014.

Dia menilai, potensi pasar untuk bisnis yang digelutinya ini masih terbuka lebar. Terlebih dengan banyaknya investasi baru, baik oleh investor asing maupun lokal. Bahkan, hingga semester pertama 2013, perseroan telah mengoperasikan sebanyak 12.104 armada, atau naik 74% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 6.955 unit. “Domestik dan asing lebih memilih sewa karena efisien. Terbukti, tingkat utilisasi armada kami lebih dari 90% dengan masa kontrak 2 sampai 3 tahun,” paparnya.

Perseroan mencatat hingga semester pertama 2013 telah menyerap 50% dari total anggaran belanja modal Rp1,1 triliun. Sebagian besar dana tersebut telah digunakan untuk mendukung kinerja MPMRent. Selain menggenjot bisnis ini, perseroan juga optimistis pertumbuhan kinerja di bisnis penjualan pelumas sepeda motor. Hingga semester pertama ini, penjualan oli tercatat naik 10% menjadi 32,12 juta liter dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 29,10 juta liter. Targetnya, hingga akhir tahun perseroan dapat menjual 65 juta liter atau tumbuh 15% dari tahun sebelumnya 56,4 juta liter.(lia)

Related posts