Penurunan Laba Tidak Surutkan Ekspansi PTBA - Bangun PLTU di Myanmar

NERACA

Jakarta – Meskipun laba PT Tambang Bukit Asam Tbk (PTBA) pada semester pertama merosot, tidak menyurutkan rencana ekspansi. Pasalnya, perseroan akan segera melebarkan bisnisnya di Myanmar dan Vietnam untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), tambang dan pasokan batubara.

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Milawarma mengatakan, ekspansi sudah direncanakan sedemikian matang, “Bahkan untuk ekspansinya ke Myanmar, perserseroan sudah menjajaki secara mendalam hingga pernyataan tertulis dengan pemerintah dan partner di Myanmar, “ujarnya di Jakarta kemarin.

Menurutnya, perseroan sudah memiliki perusahaan lokal di Myanmar untuk bekerjasama. Rencananya pada tahap pertama perseroan akan membangun pembangkit listrik 2x100 megawatt dan tahap kedua 2x200 megawatt. Disebutkan untuk investasi pembangkit listrik ini, perseroan mengucurkan dana untuk PLTU 2x100 megawatt sebesar US$320 juta.

Kata Milawarma, sumber dananya sudah ada melalui pinjaman perbankan dalam negeri atau bank dari Myanmar dan juga internal kas perseroan. Selain itu, melihat kebutuhan batubara dan listrik di Myanmar sangat tinggi, perseroan juga mengekspor batubara ke negara tersebut. Sehingga produk perseroan berupa batubara sudah digunakan di negara itu.

Ekspansi Ke Vietnam

Oleh karena itu, dirinya optimis pengembangan bisnis di Myanmar akan berjalan dengan lancar dan dapat berkembang sangat cepat. Saat ini, perseroan juga memulai penjajakan dengan Vietnam yang dinilai berpotensi besar dalam bisnis PLTU, “Kita sudah bertemu Wakil Presiden Vietnam dan melihat peluang-peluang. Tapi masih baru penjajakan,”tandasnya.

Diketahui PTBA membukukan laba ke pemilik entitas induk turun 44,06% menjadi Rp 870,12 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,55 triliun. Disebutkan, turunnya laba perseroan diikuti penjualan yang turun 6,15% menjadi Rp 5,43 triliun hingga semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 5,78 triliun.

Beban pokok penjualan perseroan naik menjadi Rp 3,66 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,11 triliun. Laba bruto perseroan turun menjadi Rp1,77 triliun pada semester pertaam 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp2,67 triliun. Beban umum perseroan naik menjadi Rp 466,40 miliar hingga semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 445,95 miliar.

Pendapatan perseroan juga turun menjadi Rp 79,85 miliar hingga semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 87,66 miliar. Laba usaha perseroan turun menjadi Rp 1,05 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 87,66 miliar.

Sedangkan laba bersih per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp 398 miliar pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 675 miliar. Total liabilitas perseroan turun menjadi Rp 4,20 triliun pada 30 Juni 2013 dari periode 31 Desember 2012 sebesar Rp 4,22 triliun.

Ekuitas perseroan turun menjadi Rp 6,25 triliun pada 30 Juni 2013 dari periode 31 Desember 2013 sebesar Rp 8,50 triliun. Kas dan setara kas perseroan turun menjadi Rp 3,30 triliun pada 30 Juni 2013 dari 31 Desember 2012 sebesar Rp 5,91 triliun. (nurul)

Related posts