Perbaikan Jalan Nasional Dihentikan Lebih Cepat - Jelang Arus Mudik

NERACA

Jakarta – Perbaikan jalan nasional dalam rangka persiapan arus mudik dihentikan lebih cepat dari target awal. Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menarget perbaikan jalan selesai 10 hari sebelum lebaran, namun pada tahun ini pengerjaannya sudah dihentikan pada 13 hari sebelum lebaran (26/7). Hal tersebut dinyatakan Menteri PU Djoko Kirmanto di Jakarta, Jumat (26/7) pekan lalu.

“Hari ini kami nyatakan jalur lebaran akan bisa dilewati pemudik agar semua pekerjaan dari pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, maupun peningkatan jalan dihentikan. Sebenarnya Kementerian PU berhenti melakukan pemeliharaan, pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan sejak H-10 dan H+10. Namun hari ini saya minta untuk dihentikan, lebih cepat lebih baik kan tidak apa-apa,” jelas Djoko.

Pekerjaan ini dihentikan dan akan dilanjutkan kembali pada H+10. Dibuat demikian agar tidak mengganggu arus mudik dan mengakibatkan kemacetan pada saat arus mudik maupun arus balik. Pekerjaan yang dimaksud adalah pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, peningkatan kapasitas dan daya dukung dalam bentuk rekonstruksi, serta pembangunan jalan baru yang dinyatakan telah siap untuk dilalui oleh pemudik.

Salah satu jalur nasional yang penting dan ditangani dengan cara-cara di atas adalah Jalan Pantai Utara (Pantura) Jawa sepanjang 1.300 Kilometer. Setiap tahunnya, Kementerian PU menangani jalan nasional tersebut sejak Maret hingga Desember. Pada tahun anggaran 2013, Kementerian PU menganggarkan Rp1,2 triliun untuk penanganan jalan Pantura sepanjang tahun. Namun, karena Idul Fitri merupakan hajatan nasional, di tengah tugas rutinnya menangani jalan setiap tahunnya, Kementerian PU memberikan perhatian lebih kepada jalan nasional yang banyak dilalui pemudik.

Saat musim mudik nanti, Djoko menjamin sudah tidak ada pengerjaan jalan. Adapun jalan yang belum selesai diperbaiki akan dilanjutkan setelah Lebaran. Salah satunya jalan Pantura di ruas Brebes-Pejagan yang perlu dibeton.

Pemerintah, sambung dia, tiap tahun terus melakukan perbaikan jalan nasional sepanjang 38.000 kilometer di seluruh Indonesia. Perbaikan jalan itu tidak terkait dengan adanya musim lebaran.

\\\\\\\"Pekerjaan tersebut dilakukan dalam masa satu tahun anggaran yang dimulai dari Januari hingga Desember. Namun, kami sudah memulai proses tender pada November agar fisik bisa dilakukan pada awal tahun,\\\\\\\" kata Djoko.

Namun begitu, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, mendorong KPK secepatnya mengambil tindakan untuk menelusuri dugaan korupsi dalam proyek “abadi” Pantura tersebut. Hal tersebut karena terdapat dugaan selama ini Kementerian PU menjadi sarang korupsi. Selama ini sistem tender proyek jalur Pantura dilakukan dengan cara arisan.

Betonisasi

Saat ini Kementerian PU juga berencana kembali mengubah komposisi badan Jalan Pantai Utara (Pantura), dari aspal menjadi beton. Pengubahan komposisi itu, kata Djoko, dilakukan agar ruas jalan Pantura itu mampu menahan volume kendaraan yang diprediksi terus meningkat. Dengan beton, kekuatan muatan sumbu terbatas (MST) atau daya tahan jalan terbilang lebih lama.

\\\\\\\"Jalan beton di jalur pantura baru 229 kilometer dari total 1.300 kilometer, dan yang diganti daur ulang 106 kilometer. Tahun depan, pekerjaannya disambung lagi. Tidak mungkin dalam setahun kita gali bareng, nanti nggak ada kendaraan yang lewat,\\\\\\\" jelas Djoko.

Betonisasi tersebut akan dilakukan menyeluruh di seluruh jalur Pantura. Harapannya, kemacetan yang biasa terjadi di beberapa jalur Pantura dapat dikurangi. [iqbal]

Related posts