Kantongi Izin, Akuisisi AXIS Berjalan Mulus - Konsolidasi XL Rebut Pasar

NERACA

Jakarta- Rencana PT XL Axiata Tbk (EXCL) mengakuisisi PT Axis Telekom Indonesia (Axis) dipastikan akan berjalan mulus setelah mendapatkan restu dan dukungan langsung dari pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Presiden Direktur PT XL Axiata Tbk, Hasnul Suhaimi mengatakan, keputusan XL mengakuisisi Axis Telekom Indonesia telah mendapatkan restu dari pemerintaj, “Kami sudah menerima surat dari Kemenkominfo yang secara prinsip menyetujui rencana bisnis XL Axiata untuk mengakuisisi Axis,”ujarnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, pihaknya mengapresiasi langkah strategis dari regulator dan berharap dukungan ini menjadi titik awal bagi kemajuan industri telekomunikasi nasional. Pasalnya, XL juga memiliki kepentingan jangka panjang dalam perkembangan industri telekomunikasi. Oleh karena itu, konsolidasi diyakini adalah jalan yang diperlukan untuk menyehatkan industri.

Meski begitu, lanjutnya, persetujuan prinsip dari regulator tersebut masih merupakan langkah awal dalam proses akuisisi XL atas Axis. Selanjutnya XL akan menyiapkan persyaratan dan langkah-langkah yang harus ditempuh termasuk dengan pihak terkait misalnya berkoordinasi dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan dan termasuk Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Kata Hasnul, dirinta belum bisa merinci detail rencana akuisisi tersebut karena masih pada tahap persetujuan prinsip.\\\"Masih jauh. Belum banyak yang bisa kami sampaikan kepada publik karena masih harus melalui serangkaian negosiasi. Itupun kalau berjalan mulus,”tuturnya.

Hasnul juga tidak mau berspekulasi soal pendanaan yang disiapkan XL untuk mengambilalih Axis perusahaan telekomunikasi yang sahamnya mayoritas atau sekitar 801% dimiliki Saudi Telecom Company (STC) dan tidka langsung 3,725%. Asal tahu saja, Saudi Fransi Capital memprediksi nilai AXIS mencapai US$ 1 miliar atau setara Rp9,8 triliun dab termasuk utang.

Sementara saham STC diperkirakan bernilai US$ 880 juta atau setara Rp8,6 triliun. Selain itu, saham AXIS juga dimiliki oleh Maxis Communications Bhd yang berbasis Malaysia. Adapun XL Axiata merupakan perusahaan yang 66,5% sahamnya dimiliki oleh Axiata Group Bhd, Malaysia.

Sebelumnya Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kominfo, Muhammad Budi Setiawan pernah bilang, sangat menghargai niat kedua perusahaan untuk melakukan konsolidasi, “Konsolidasi ini merupakan langkah bagus karena jumlah operator saat ini masih sangat besar,”tandasnya.

Menurut Budi, iealnya jumlahnya hanya 4 perusahaan, yaitu tiga GSM dan satu CDMA sehingga menjamin kualitas layanan dan terjadinya pembanguan infrastruktur berkelanjutan. (bani)

BERITA TERKAIT

Pasar Menunggu Aturan Papan Akselerasi

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan ada lima perusahaan dengan Net Tangible Assets (NTA) atau aset berwujud bersih kurang dari…

Debut Perdana di Pasar Modal - IPO Nusantara Properti Oversubscribed

NERACA Jakarta – Pada perdagangan Jum’at (18/1), saham perdana PT Nusantara Properti Internasional Tbk (NATO) akan resmi dicatatkan di Bursa…

KIBIF Siapkan 20 Ribu Ekor Sapi untuk Pasar Domestik

    NERACA   Jakarta - Setelah resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Estika Tata Tiara…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Dua Putra Utama Terkoreksi 57,96%

Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) laba bersih di kuartal tiga 2018 kemarin sebesar Rp35,9 miliar atau turun…

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

Chandra Asri Investasi di Panel Surya

Kembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dalam operasional perusahaan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggandeng Total Solar untuk menghasilkan…