Sarana Menara Raih Pinjaman US$50 Juta

NERACA

Jakarta- PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui anak usahanya PT Profesional Telekomunikasi Indonesia mendapatkan fasilitas pinjaman senilai US$50 juta. Rencananya, pinjaman tersebut akan digunakan untuk akuisisi site telekomunikasi, akuisisi saham atau kepemilikan dalam suatu perusahaan, dan proyek pembangunan build to suit di site telekomunikasi.

Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Perusahaan PT Sarana Menara Nusantara Tbk, Arif Pradana dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (25/7). Disebutkan, perseroan memperoleh pinjaman tersebut pada 23 Juli 2013. Pinjaman tersebut akan diberikan kepada Protelindo Netherland BV, suatu perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Belanda melalui pinjaman antar perusahaan.

Fasilitas pinjaman dikenakan bunga berdasarkan LIBOR ditambah marjin yang berlaku yaitu 4,05%, 3,8% dan 3,6% per tahun tergantung pada pemenuhan rasio keuangan tertentu. Protelindo memberikan jaminan perusahaan untuk menjamin pemenuhan kewajiban Protelindo Finance atas fasilitas ini. Adapun fasilitas pinjaman IFC yang mempunyai nilai kurang dari 20% dari ekuitas Perseroan maka fasilitas ini tidak termasuk transaksi material.

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mencatatkan kenaikan pendapatan di 2012 menjadi Rp 2,26 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 1,65 triliun. Kenaikan pendapatan juga mendorong kenaikan laba 22,3% yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp346,8 miliar pada 2012 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp283,88 miliar.

Selain itu, perseroan juga mencatatkan laba bruto perseroan pun naik Rp1,55 triliun dari sebelumnya Rp1,08 triliun. Perseroan mencatatkan untuk dari selisih kurs sebesar Rp1,8 miliar. Selain itu, perseroan juga mencatatkan tambahan pemasukan dari selisih atas perubahan ekuitas entitas anak usaha, surplus revaluasi atas menara sebesar Rp1,55 triliun. Di sisi lain, total ekuitas perseroan mengalami kenaikan menjadi Rp3,4 triliun dari sebelumnya Rp1,5 triliun. Total aset perseroan juga naik menjadi Rp13,57 triliun dari sebelumnya Rp8,57 triliun.

Sebelumnya, untuk memperkuat permodalan guna mendukung kinerja perseroan di tahun 2013, perseroan melalui anak usahanya, Protelindo Finance berencana menerbitkan surat utang mencapai US$750 juta. “Pendanaan jangka panjang adalah yang paling sesuai dengan rencanan perseroan melalui investasi anak usaha,” jelas Direktur Utama PT Sarana Menara Nusantara Tbk, Adam Gifari.

Menurut Adam, fokus utama perseroan adalah melakukan kegiatan investasi dalam mengoperasikan perusahaan-perusahaan yang berspesialisasi dalam kepemilikan dan pengoperasian lokasi menara untuk disewakan kepada perusahaan-perusahaan komunikasi nirkabel. Penerbitan surat utang ini, lanjut dia, diyakini akan memperkuat struktur permodalan dan keuangan sekaligus memberikan kesempatan bagi investor strategis menginvestasikan modalnya. (lia)

BERITA TERKAIT

OJK: Masyarakat Jangan Percaya Pinjaman Online Tidak Terdaftar

OJK: Masyarakat Jangan Percaya Pinjaman Online Tidak Terdaftar NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku lembaga independen yang melakukan…

Demi 18 Juta Wisman, Kemenpar Bakal Perbanyak Diskon Wisata

Menteri Pariwisata Arief Yahya optimis bisa mendatangkan setidaknya 18 juta wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini, atau sekitar 90 persen dari…

Teror Pinjaman Online

Belakangan ini masyarakat resah di tengah maraknya tawaran pinjaman berbasis teknologi (online) akibat teror yang dilakukan pihak perusahaan Fintech. Teror…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Fajar Surya Wisesa Melesat 136,1%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,405 triliun atau naik 136,1% dibanding periode…

Lagi, Comforta Raih Top Brand Award

Di awal tahun 2019 ini, Comforta Spring Bed kembali meraih penghargaan Top Brand Award. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin,…

BPD Bank Kalsel Rencanakan IPO di 2020

Bila tidak ada aral melintang, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel rencanakan melakukan penawaran umum saham perdana…